Tampung Aspirasi Masyarakat, Kecamatan Jeumpa Gelar Pra Musrenbang

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Sebanyak 42 Kepala Desa ditambah ketua Tuha Peut, tokoh masyarakat, Imum Mukim, anggota DPRK dan lainnya, mengikuti pra Musrenbang Kecamatan di aula Kantor Camat Jeumpa Bireuen, Selasa (02/02/2021).

Muat Lebih

Camat Jeumpa Tarmizi mengatakan, sasaran Musrenbang tersebut untuk melahirkan usulan yang benar-benar dari bawah untuk dibahas dalam pra Musrenbang Kecamatan.

Pra Musrenbang Kecamatan ini merupakan lanjutan setelah sebelumnya digelar Musrenbang disetiap gampong, untuk mengajukan usulan yang ada di 42 gampong dalam Kecamatan Jeumpa dan dibahas bersama di tingkat kecamatan untuk menentukan prioritasnya.

Dalam Musrenbang itu, Tarmizi menyampaikan, pemerintahan Kecamatan Jeumpa membutuhkan pengaspalan jakan sepanjanh 200 meter, pengadaan tanah kantor Pospol dan Posramil Jeumpa yang sudah bertahun-tahun menjadi harapan masyarakat dapat terealisasi.

Sementara itu, anggota DPRK Bireuen, T M Mubarak dalam sambutannya mengatakan, kepentingan pembangunan infrastruktur di Jeumpa yang sudah berjalan, akan kita tuntaskan, seperti jalan Alue Limeng.

“Terkait dengan pembangunan jalan pusat pemerintahan depan kantor camat, dampak Covid-19 terjadi refocusing anggaran, dan kondisi ini juga dirasakan di gampong, dana desa harus dialokasi untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat. Dampak Covid-19 ekonomi masyarakat menurun, yang paling penting program-program untuk peningkatan ekonomi ini harus dimunculkan, hanya Rp300 ribu diberikan tidak cukup, habis seperti habis es,” ujarnya.

Mubarak juga menyampaikan ada PR yang harus diselesaikan termasuk pengadaan tanah seperti yang disampaikan Camat Jeumpa.

“Kami perjuangkan secara maksimal, sebab kondisi anggaran masih fokus Covid-19 dan tahun 2022 program-program yang diajukan diharapkan dapat terealisasi,” sebutnya.

Kepala Bapeda Bireuen Muslim, M.Si diwakili Saiful, ST saat membuka Musrenbang menjelaskan, tahun 2020 program masyarakat ada hambatan akibat dampak Covid-19.

“Proses pembangunan terhambat sebab anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *