Wartawan: Mahdi
ACEH UTARA, BEDAHNEWS.com – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 24 Kabupaten Aceh Utara sosialisasikan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Daftar Usulan Angka Kredit (E-DUPAK) dan aplikasi Sistem Informasi Elektronik Kinerja ASN (SIEKA) bagi guru dan tata usaha di sekokah tersebut, Sabtu (29/2) di aula Barata Kupi Buket Rata, Kota Lhokseumawe.
“Dalam rangka memaksimalkan kinerja ASN khususnya guru dan TU di MIN 24 Aceh Utara, kita gelar sosialisasi pengisian E-DUPAK dan SIEKA Kemenag yang diikuti seluruh guru MIN 24 Aceh Utara,” kata Kepala MIN 24 Aceh Utara, Nuraini, S.Ag, M.Pd kepada media ini, Senin (02/03).
Nuraini juga menyebutkan, penerapan aplikasi E-DUPA dan SIEKA untuk memonitoring, serta mengukur kinerja ASN, yang akan memberikan manfaat berkaitan dengan kepangkatan guru nantinya.
“Ini merupakan kegiatan perdana yang telah diprogramkan dalam rapat kerja bulanan dengan guru dan pegawai di madrasah beberapa waktu lalu. Sangat bermanfaat untuk mendukung karir guru syaratnya adalah pangkat, setidaknya guru dapat menyusun usulan pangkat sendiri melalui E- DUPAK berbasis online,” ungkap Nuraini, seraya menambahkan, bahwa kegiatan tersebut melibatkan unsur pengawas madrasah dan Analis Kepegawaian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara.
Aplikasi DUPAK ini, lanjut Nuraini merupakan penghargaan bagi guru untuk mendukung kenaikan karirnya. Untuk kenaikan karir guru syaratnya adalah pangkat.
“Karena itu, untuk menaikkan pangkat dan karir guru harus melalui sebuah penilaian angka kredit guru. Dengan adanya program baru ini kedepan diharapkan peserta dapat memahami dan menarasikan laporan pengembangan diri yang telah diikutinya Menurutnya, laporan pengembaran diri, baik selembar sertifikat maupun surat – surat lainya yang perlu dilampirkan,” jelasnya.
Sementara itu, Pengawas Madrasah, Yusri, S.Ag dalam kesempatan itu menegaskan, bahwa guru perlu menyusun program kerja diawal tahun dan membuat laporan diakhir tahun. Semua kita perlu menyusun, melaksanakan dan mengevaluasi serta melakukan tindak lanjut sebagai bentuk laporan yang harus dipertanggungjawabkan bukan hanya kepada kepala madrasah tetapi juga kepada Allah SWT.
“Maka tanggung jawab terhadap tugas yang telah dibebankan kepada kita merupakan wasilah kita untuk berbuat baik dan beramal sehingga apa yang kita lakukan tidak sia-sia,” katanya.
Sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, Nurdin, S.Ag, MA memaparkan, selain tanggungjawab sebagai guru di madrasah, juga sesama warga madrasah dan masyarakat.
“Dengan aplikasi ini tidak hanya diukur oleh kepala madrasah, kita dapat mengukur sendiri kinerja dalam setiap pekerjaan baik di madrasah maupun diluar madrasah karena sudah ada dalam sistem tersebut,” katanya.
Sementara Analis Kepegawaian, Khudari, MAP yang juga pemateri dalam acara itu menyampaikan, bahwa se keberadaan E-DUPAK dan SIEKA adalah materi utama dalam rangkaian kegiatan sosialisasi tersebut.
Meskipun gambaran umum yang disampaikan pemateri tentang E-DUPAK dan SIEKA namun peserta sangat antusias mengikutinya untuk dapat mengevaluasi kinerjanya masing-masing, yang berguna bagi peningkatan kinerja.
Di era digitalisasi saat ini termasuk E-DUPAK ini dalam urusan kepangkatan, penguasaan Teknologi Informasi (IT) merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki.
“E-DUPAK ini sangat praktis dan efektif untuk mengusulkan kepangkatan seorang guru dan guru dapat langsung melihat sendiri apakah sudah diperiksa atau belum oleh tim penilai. Penilai harus menilai langsung sesuai dengan antrian dokumen yang sudah diupload,” pungkasnya.








