Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Universitas Almuslim (Umuslim) dan Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh memperkuat kolaborasi di bidang kebencanaan melalui kerja sama strategis yang diarahkan pada pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen Implementation Agreement (IA) yang berlangsung di RKU 1 Kampus Timur Universitas Almuslim, Kabupaten Bireuen, Sabtu (26/9/2026).
Kesepakatan operasional ini melibatkan Fakultas Teknik dan Pascasarjana Umuslim, khususnya Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSL), Program Studi Teknik Sipil, serta Program Studi Ilmu Lingkungan.
Sementara dari USK, kolaborasi melibatkan Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan dan Program Studi Doktor Ilmu Kebencanaan.
Dokumen IA ditandatangani Ketua Program Studi Magister PSL Umuslim Ernawita, Ketua Program Studi Teknik Sipil Royanna Sakura, dan Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan Maysa Fitri.
Dari pihak USK, penandatanganan dilakukan Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Kebencanaan Ella Meilianda dan Koordinator Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Yunita Idris.
Prosesi tersebut turut disaksikan Direktur Pascasarjana Umuslim Halus Satriawan, Dekan Fakultas Teknik Umuslim Muhammad Yanis, serta Wakil Dekan III Bidang Kerja Sama Fakultas Teknik Umuslim Richard Mareno.
Dari USK, turut hadir sejumlah akademisi dan peneliti bidang kebencanaan, di antaranya Dedy Alfian dan Mudatsir.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret kedua perguruan tinggi dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus mendorong pengembangan kapasitas akademik dan daerah dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana.
Kenalkan Sistem Informasi Kaji Cepat Infrastruktur
Implementasi awal kerja sama langsung dilanjutkan dengan kuliah umum dan sosialisasi Sistem Informasi Kaji Cepat Infrastruktur Kritis Terdampak untuk Prioritas Penanganan Bencana Siklon Tropis Senyar (SINFRA-SENYAR).
Kegiatan yang dimoderatori akademisi kebencanaan Umuslim, Cut Azizah, tersebut diikuti mahasiswa lintas disiplin, mulai dari Teknik Sipil, Arsitektur, Geografi hingga Teknik Informatika.
Dalam kegiatan itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana USK memperkenalkan SINFRA-SENYAR sebagai platform berbasis teknologi WebGIS untuk mendukung proses kaji cepat terhadap dampak bencana, khususnya kerusakan infrastruktur kritis.
Sistem tersebut memanfaatkan peta interaktif terintegrasi untuk menyajikan berbagai informasi lapangan, seperti kondisi banjir, sebaran sedimen, area persawahan terdampak, hingga laporan kejadian yang dapat diperbarui secara berkala.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu menghasilkan informasi spasial yang lebih terstruktur sehingga kondisi di lapangan dapat dipetakan dan menjadi salah satu bahan dalam menentukan prioritas penanganan pascabencana.
Ketua Tim PKM Tanggap Darurat Bencana USK, Ella Meilianda, mengatakan penanganan dan pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan data yang akurat dan terintegrasi.
“Pemulihan pascabencana tidak bisa lagi mengandalkan data parsial dan manual. Dengan WebGIS, informasi dampak bencana dapat dipetakan secara terpadu, diperbarui secara berkala, dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat, transparan, serta berkelanjutan,” ujar Ella.
Melalui kerja sama tersebut, Umuslim dan USK membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam mengembangkan kajian kebencanaan yang aplikatif.
Penggabungan pendekatan akademik, teknologi informasi geospasial, serta pemahaman terhadap kondisi lapangan diharapkan dapat mendukung upaya mitigasi, respons, dan pemulihan bencana sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat Aceh menghadapi berbagai ancaman bencana.











