Volodymyr Zelensky : Tak Ada Maaf Untuk Vladimir Putin

  • Whatsapp

Kondisi Ukraina saat digempur Rusia.(Foto: REUTERS/Gleb Garanich/Bedahnews.com).

BEDAHNEWS.com – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memberikan pernyataan bahwa tidak ada maaf bagi Rusia. Pernyataan tersebut diberikan berkaitan dengan invasi yang kembali dilakukan Sabtu, (31/12/2022) waktu setempat.

Muat Lebih

Awal mula, pada 24 Februari 2022, Rusia menembakkan rudal ke Ukraina dan menyebabkan dampak panjang hingga saat ini.

Hubungan Rusia dan Ukraina masih belum membaik usai penembakan rudal yang dilakukan oleh anak buah Vladimir Putin itu.

Selain menyerang pertahanan militer, Rusia dikabarkan melakukan penembakan artileri di daerah perbatasan.

Ribuan jiwa telah berguguran akibat serangan yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina.

Tak cukup satu kali menyerang instalasi militer Ukraina, Rusia terus meluncurkan serangan dalam kurun waktu tertentu ke sejumlah daerah.

Ternyata Rusia kembali melakukan serangan ke Ukraina pada Sabtu, 31 Desember 2022 waktu setempat.

Lebih dari 20 rudal jelajah ke sasaran ditembakkan ke Ukraina oleh Rusia.

Padahal, beberapa waktu yang lalu penduduk Ukraina baru saja merayakan kemenangan dengan ditariknya pasukan Rusia dari salah satu kota penting mereka, Kherson.

Namun, menurut Ukraina, penarikan pasukan Rusia dari Kherson bukan menjadi tanda positif akan dihentikannya serangan negara berjuluk Beruang Merah itu, melainkan strategi Vladimir Putin untuk menyerang lebih dahsyat.

Menanggapi serangan yang diluncurkan Rusia, Volodymyr Zelensky memberikan pesan melalui video di Telegram.

“Pihak yang memerintahkan serangan terhadap Ukraina tidak akan dimaafkan. Pada malam Tahun Baru, militer Rusia meluncurkan serangan rudal ke Ukraina, termasuk Kiev, dan menyasar warga sipil,” kata Volodymyr Zelensky.

Dikatakan lebih lanjut oleh Volodymyr Zelensky, bahwa Vladimir Putin menjadi pihak yang harus disalahkan atas serangan tersebut.

“Tidak ada satu orang pun di bumi yang akan memaafkan Anda atas serangan ini. Ukraina tidak akan pernah memaafkan Anda,” ujar Volodymyr Zelensky.

Setelah menempuh perjalanan panjang dalam ketegangan tersebut yang masih belum usai hingga saat ini, sejumlah orang telah kembali ke rumah masing-masing.

“Ada 140 personel militer Ukraina dibebaskan lewat pertukaran tahanan dengan Rusia. Total 1.596 perempuan dan laki-laki Ukraina sudah kembali ke rumahnya sejak 24 Februari,” ucap Volodymyr Zelensky, dikutip Bedahnews.com dari Reuters.

Editor : M.Syaharuddin.IR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *