Intensitas Hujan di Gunung Tinggi,Sejumlah Desa di Pandrah dan Jeunieb,Bireuen Banjir

  • Whatsapp
banner 468x60

Jurnalis – Zubir

Bireuen,BEDAHNEWS.com – Terjadi banjir luapan yang melanda sejumlah desa.di Pandrah dan Jeunieb, Bireuen bukan disebabkan tanggul Krueng Pandrah patah.

Muat Lebih

banner 468x60

Tetapi merupakan dampak hujan turun di pegunungan dengan intensitas tinggi sehingga air meluncur deras ke Krueng Pandrah dan meluap ke perkampungan warga.

Hal tersebut disampaikan Camat Pandrah, Salamuddin, SPd kepada media, Kamis (13/1/2022).

Banjir tersebut akibat hujan dari wilayah pegunungan, terdampak ke pemukiman penduduk di dua kecamatan di Bireuen. Belum diketahui besaran kerugian dialami masyarakat akibat bencana alam.

“Banjir tidak saja merendam rumah penduduk, tetapi ratusan hektar sawah yang sudah ditanam benih padi tenggelam,” kata Camat Pandrah Salamuddin kepada media.

“Banjir luapan air Krueng Pandrah ini terjadi karena tinggi curah hujan dari kawasan pegunungan, pemukiman dan rumah masyarakat dalam delapan gampong terendam banjir,” tambah nya

Banjir luapan itu melanda Gampong Panton Bili, Samagadeng, Gampong Blang, Garot, Pandrah Kandeh, Gampong Pandrah Janeng, Lancok Ulim, Lancok Ulim, luapan air sungai itu juga melanda jalan Nasional Banda Aceh-Medan.

Sejauh ini kata Camat Pandrah, beum diketahui pasti dampak kerusakan dan kerugian dialami warga akibat bencana alam tersebut, juga banyak tanaman padi baru ditanam oleh masyarakat terkena banjir.

Maryati, 47, warga Lancok Ulim dilokasi mengatakan, banjir terjadi pukul 03.00 WIB dengan tiba-tiba, tidak ada terjadi hujan sebelumnya, sehinga barang-barang di dalam rumah, tidak dapat dikeluarkan lagi.

Luapan air setinggi paha dewasa itu ikut merendam rumah Nuraini, 40, dan sejumlah rumah tetangga mereka, saat itu pergi keluar menuju kelokasi lebih tinggi dipinggir jalan nasional Banda Aceh-Medan.

Pantauan media, luapan banjir di Pandrah sampai Kamis pagi, 13 Januari 2022 masih merendam sawah, jalan raya dan rumah-rumah warga Lancok Ulim dipinggir jalan Banda Aceh-Medan yang berada dalam lorong-lorong dusun dilokasi.

Pada badan jalan yang tergenang, sejumlah warga setempat memandu para pengendara untuk melintasi luapan agar kendaraan tidak terpeleset atau mengalami musibah.

Sejumlah warga kepada media mengatakan, banjir luapan terjadi setelah hujan deras dari wilayah pegunungan, terdampak ke permukiman penduduk di Pandrah.

Belum diketahui besaran kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana alam tersebut Banjir tidak saja merendam seratusan rumah di sejumlah desa, tetapi juga ratusan hektare tanaman padi yang  baru ditanam.

Sebagian benih padi sudah ditabur ikut tenggelam Ketinggian banjir luapan berkisar 50 centimeter pada tempat tertentu Bahkan yang dekat dengan Krueng Pandrah, ketinggian air mencapai 1 meter.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *