Dua Waktu Sholat Yang Berat Di Kerjakan Oleh Orang Munafik

  • Whatsapp

BEDAHNEWS.com – Pada dasarnya, manusia akan selalu menghadapi ujian lewat berbagai macam cara termasuk lewat suatu kewajiban.

Misalnya diwajibkannya sholat bagi umat muslim terkadang bagi sebagian kalangan terasa memberatkan.

Muat Lebih

banner 468x60

Oleh karena itulah Rasulullah saw pernah mengingatkan umatnya agar selalu bersabar dalam berbagai macam keadaan termasuk dalam mengerjakan suatu kewajiban.

Akan tetapi, ada bagian dari sholat fardu lima waktu yang untuk golongan tertentu akan terasa paling berat.

Sholat yang dimaksud adalah sholat subuh dan sholat isya yang bagi orang-orang munafik akan terasa paling berat dibandingkan dengan sholat lainnya.(dikutip dari Akurat.co)

Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya sholat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah sholat isya dan sholat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun mereka harus merangkak”(HR. Bukhari dan Muslim).

Adapun keistimewaan sholat subuh dan isya yang dimaksud dijelaskan lebih lanjut salah satunya dalam hadis dari Usman bin Affan.

Bahwasanya Rasulullah saw bersabda, Barang siapa melaksanakan sholat isya secara berjemaah, maka dia seperti telah melaksanakan sholat malam selama separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan sholat subuh secara berjemaah, maka dia seperti telah sholat seluruh malam. (HR. Imam Muslim).

Dalam konteks ini, Ibnu Hajar memberikan alasan mengapa sholat subuh dan sholat isya akan terasa memberatkan bagi orang-orang munafik.

Sebagaimana dikatakan Allah dalam firman-Nya, ‘Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas” (QS. At-Taubah: 54).

Akan tetapi, sholat isya dan sholat subuh lebih berat bagi orang munafik karena rasa malas yang menyebabkan enggan melakukannya. Karena sholat isya adalah waktu di mana orang-orang bersitirahat, sedangkan waktu subuh adalah waktu yang nikmat untuk tidur. (Fathul Bari, 2: 141).

Sejalan dengan itu, Syekh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin mengatakan, Orang munafik itu sholat dalam keadaan riya dan sum’ah (ingin dilihat dan didengar orang lain). Pada masa lalu, sholat subuh dan sholat isya tersebut dilakukan dalam keadaan gelap sehingga mereka (orang-orang munafik) tidak menghadirinya.

Mereka enggan menghadiri kedua sholat tersebut, tetapi untuk sholat yang lainnya (zuhur, asar dan maghrib), mereka tetap hadir karena jemaah yang lain melihat mereka. Di saat itulah mereka cari muka dengan amalan sholat mereka tersebut. Mereka hanyalah sedikit berzikir kepada Allah.

Lebih lagi di masa lalu belum ada lampu listrik seperti saat ini sehingga menghadiri dua sholat itu terasa berat karena mereka tidak bisa memamerkan amalan mereka. Alasan lainnya karena sholat isya itu waktu untuk istirahat sedangkan shlat subuh waktu lelapnya tidur. (Syarh Riyadhis Sholihin, 5: 82).

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *