Pemkab Bireuen Komitmen Turunkan Angka Stunting

  • Whatsapp
banner 468x60

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Masa pandemi Covid-19 telah memberi contoh nyata bahwa Kabupaten Bireuen masih memerlukan dukungan semua pihak untuk pemenuhan gizi ibu dan anak demi mencapai Generasi Emas Indonesia di masa depan.

Muat Lebih

banner 468x60

Pandemi Covid-19 harus diakui memberikan tantangan tersendiri bagi program percepatan perbaikan gizi masyarakat, mengingat dampak pandemi memukul banyak sektor usaha yang mengakibatkan keluarga turut terpukul karena penghasilan yang juga berkurang.

Buktinya, beberapa kabupaten membutuhkan dukungan pemenuhan gizi bagi warganya di masa pandemi mengingat dampak signifikan dari Covid-19 ke berbagai sektor kehidupan.

Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani, SH MSi mengatakan, penanganan stunting telah dilakukan Pemkab Bireuen mulai tahun 2020 dan 2021 melalui pelaksanaan intervensi delapan aksi integrasi penurunan stunting.

Sedangkan berkaitan dengan perluasan lokasi fokus (locus-red) Pemkab Bireuen juga telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 29 tahun 2020 tentang Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Bireuen.

“Harapan saya dengan kita duduk rembuk stunting, ada masukan, inovasi, pengayaan pemikiran sehingga kita dapat turunkan stunting, dan juga kita bisa menghasilkan suatu konsep atau hasil dari persepsi kita bersama terkait program kita laksanakan dan tepat sasaran,” kata Bupati.

Menurut Muzakkar, berbicara persoalan stunting, pasti ada kaitan dengan masalah ekonomi dan juga sosial, untuk melakukan perbaikan dan memenuhi gizi keluarga, masyarakat dapat melakukannya apabila memiliki pendapatan yang memadai.

Hal ini dapat ditangani dengan program dana desa dan juga dari bantuan ekonomi mikro diberikan pemerintah, untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, diharapkan dengan terjadi penggandaan pendapatan, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi anggota keluarganya.

Selain itu juga hal yang perlu difikirkan bersama adalah, untuk memberdayakan kerjasama antara Dinas Kesehatan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Tim Penggerak PKK, dan lainnya serta tersedia rumah gizi gampong setiap desa di Bireuen.

Keberadaan fasilitas itu untuk dapat mensosialisasikan hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan gizi bagi masyarakat dilokasi fokus penanganan stunting, bagi para Camat dan Keuchik agar melibatkan masyarakat dan pihak yang terkait dalam mendorong pencegahan stunting.

Sementara itu, Ketua Pergizi Pangan, Hardiansyah, menyampaikan bahwa jangankan dalam kondisi pandemi, dalam kondisi normal pun target penurunan stunting menjadi 14 persen dirasakan sangatlah berat, sehingga memerlukan ekstra kerja keras.

“Pentingnya kolaborasi berbagai pihak dan memperkuat kualitas program yang ada dengan kreativitas dan inovasi berbasis budaya sesuai potensi masing-masing daerah. Hal ini akan mendorong terjadinya percepatan target penurunan stunting di Indonesia,” ungkap Hardiansyah.

banner 468x60

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *