Bea Cukai Aceh Bersama Polres Aceh Tamiang Amankan Rokok Ilegal Senilai Rp 5,9 Miliar

  • Whatsapp
banner 468x60

LANGSA, BEDAHNEWS.com – Hari libur tidak menyurutkan semangat pengawasan yang dilakukan oleh petugas Bea Cukai Indonesia. Sebagai bentuk sinergi antar instansi yang dilakukan oleh Kantor Wilayah DJBC Aceh dan KPPBC TMP C Langsa bersama Tim Kepolisian Resor Aceh Tamiang, telah dilakukan penindakan terhadap Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau (HT) berupa rokok yang tidak dilekati pita cukai (polos) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (11/04/2021).

Berawal dari informasi masyarakat tentang akan adanya pengiriman Hasil Tembakau (HT) berupa rokok yang diduga ilegal di Provinsi Aceh, dengan menggunakan sarana pengangkut berupa truk. Selanjutnya tim gabungan melakukan pendalaman informasi, dan akhirnya didapat informasi atas sarana pengangkut truk beserta ciricirinya, lengkap dengan nomor polisi kendaraan yang mengangkut rokok tersebut. Tim gabungan melakukan penindakan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Muat Lebih

Tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti berupa hasil tembakau (HT) rokok yang tidak dilekati pita cukai (polos) merk Luffman jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) sebanyak 330 (tiga ratus tiga puluh) karton atau sebanyak 3.300.000 (tiga juta tiga ratus ribu) batang.

Perkiraan total nilai barang sebanyak Rp5,970,000,000,- (lima miliar sembilan ratus tujuh puluh juta rupiah), dan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebanyak Rp3,623,000,000,- (tiga miliar enam ratus dua puluh tiga juta rupiah).

Atas penindakan tersebut diamankan juga barang bukti berupa 1 (satu) unit sarana pengangkut truk merek Mitsubishi jenis Colt Diesel dan 3 (tiga) orang pelaku. Barang Bukti berupa rokok merek Luffman sebanyak 330 (tiga ratus tiga puluh) karton, 1 (satu) unit truk, dan 3 (tiga) orang pelaku diamankan di Kantor Bea Cukai Langsa untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

Adapun dasar hukum dari kegiatan penindakan terhadap Barang Kena Cukai berupa Hasil Tembakau jenis rokok Sigaret Putih Mesin tersebut karena merupakan pelanggaran pidana yang diduga melanggar pasal 54 UU nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai yang berbunyi:
“Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.”
Operasi penindakan ini tidak hanya untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya barang-barang ilegal yang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan, melainkan upaya nyata Bea Cukai dalam mengamankan penerimaan negara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *