Peringatan HUT ke 19 Kabupaten Abdya Digelar Sederhana di Tengah Wabah Covid-19

  • Whatsapp
banner 468x60

Jurnalis: Fitria Maisir

ABDYA, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya menggelar upacara peringatan hari jadi Kabupaten Abdya yang ke 19 tahun di halaman kantor Bupati setempat, Sabtu (10/4/2021) pagi.

Muat Lebih

Kegiatan uapacara tersebut dilaksanakan secara sederhana dengan undangan terbatas karena dalam suasana pandemi Covid-19.

Ketua DPRK Abdya, Nurdianto bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan Danramil Babahrot, Kapten Inf Muhammad Arifin dipercaya sebagai komandan upacara.

Dalam undangan upcara HUT Abdya tahun 2021 ini dihadiri Bupati Abdya Akmal Ibrahim, Wabup Muslizar MT, Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Arip Subagiyo, Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasition, SIK, Kajari Abdya diwakili Rizki Guswandri, Syarifuddin (Yoyong) Wakil Ketua DPRK Abdya beserta anggota, Sekda Abdya Thamren, para SKPK dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Upacara diawali pengibaran bendera Merah Putih, yang dilaksanakan tiga siswa MAN Blangpidie, yaitu Syahrindra Darma sebagai penarik, Sayed Zawil Kiram sebagai pengulur dan Wawan Chikal Denathan sebagai pembentang. Diiringi paduan suara sejumlah siswi dari SMA Negeri 1 Abdya.

Setelah menghening cipta, Inspektur Upacara, Nurdianto membacakan Teks Pancasila. Dilanjutkan pembacaan Pembukaan UUD-45 oleh Firadha Desvia Rahman dari Staf Humas & Protokol Sekdakab.

Seperti peringatan hari jadi Abdya tahun sebelumnya, Fackhri A Rahim, SH, kali ini juga membacakan Sinopsis Sejarah Perjuangan Pembentukan Kabupaten Abdya dengan nada narasi sangat memukau.

Sejarah perjuangan kelahiran Abdya dipaparkan secara singkat yang dimulai sejak era tahun 60-an sampai lahir Kabupaten Abdya, pecahan dari Kabupaten Aceh Selatan dengan ditetapkan Undang-Undang nomor 4 tahun 2002 pada tanggal 10 April 2002.

Ketua DPRK Abdya yang bertindak selaku Ispektur Upacara, Nurdianto dalam amanatnya mengatakan, HUT ke-19 Kabupaten Abdya menjadi momentum yang sangat penting bagi semua pihak untuk evaluasi serta memperbaiki perencanaan ke depan yang lebih baik lagi.

“Mari kita bersatu padu sesuai tugas dan kewenangan yang melekat pada kita untuk mewujudkan pembangunan demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Abdya,” katanya.

Nurdianto menambahkan, tanggal 10 April tahun 2002 sangat bersejarah bagi sebuah daerah yang dulunya merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Aceh Selatan.

Kini, telah berubah menjadi sebuah Kabupaten Aceh Barat Daya dengan berbagai potensi luar biasa.

Nurdianto mengatakan, sejarah yang dimiliki Aceh Barat Daya agar menjadikan sebuah loncatan untuk terus setiap tahunnya mengalami kemajuan dalam semua sektor pembangunan.

Ketua DPRK Abdya itu mengapresiasi keberhasilan yang dicapai pemerintahan di bawah pimpinan, Akmal Ibrahim bersama Muslizar MT. Karena banyak prestasi yang diukir yang dapat dikenang.

Di antara keberhasilan itu juga disebutkan penurunan tingkat pengangguran terbuka dan penurunan persentase kemiskinan di tahun 2020.

“Hal yang sangat membanggakan, Kabupaten Aceh Barat Daya berhasil meraih pengharagaan berupa sertifikat unggul bibit jengkol nasional dari pemerintah pusat dan ada hal-hal yang lain yang tak sempat diuraikan,” katanya.

Perjuangan panjang serta keinginan untuk mandirikan sebuah kabupaten, akhirnya terwujud setelah keluarnya Undang-Undang nomor 4 tahun 2002 yang menjadi landasan hukum terkait sahnya pemekaran Kabupaten Abdya.

“Sembilan belas tahun silam, tepat pada tanggal 10 April tahun 2002 merupakan tanggal bersejarah bagi “Bumo Breuh Sigupai” ini. Oleh karenanya kami ingin menyampaikan terimakasih yang tak terhingga kepada para Sesepuh dan Tokoh-Tokoh Pendiri Abdya,“ ungkapnya.

Peringatan HUT ke-19 Kabupaten Aceh Barat Daya ditutup dengan do’a.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *