Pengusaha Boat dan Nelayan Langsa Berikan Klarifikasi, Aguslim: Tak Ada Pungli Oleh Aparat Keamanan di Laut

  • Whatsapp

Wartawan: Mulyadi

LANGSA, BEDAHNEWS.com – Terkait pemberitaan di beberapa media online maupun cetak adanya Pungli di laut, Danlanal Lhokseumawe Letkol Laut (P) Dimmi Oumry menegaskan tidak benar ada kegiatan pungli seperti yang dituduhkan kepada unsur – unsur TNI AL.

Muat Lebih

“Jadi tidak benar kalau ada kegiatan pungli yang dituduhkan kepada unsur-unsur TNI AL. Perlu saya luruskan, akhri – akhir ini memang unsur KRI dari TNI AL (Angkatan Laut) memperketat patroli sektor wilayah perairan Aceh dikarenakan adanya migran gelap yang masuk ke wilayah Aceh beberapa bulan lalu, dan juga untuk mencegah kegiatan ilegal di laut,” kata Danlanal Lhokseumawe Letkol Laut (P) Dimmi Oumry, Jumat (7/8).

Dimmi menyebutkan, siapapun yang sedang melaut pasti akan diperiksa termasuk para nelayan, serta meverifikasi kelengkapan administrasi.

“Banyak sekali teguran yang ditemukan oleh pihak patroli laut karena banyak dokumen kapal para nelayan ini tidak lengkap administrasinya serta kenapa sampai tidak lengkap silahkan nanti dipertanyakan oleh pihak yang berwenang dalam bidang perizinan dilaut,” Kata Danlanal.

Para nelayan juga sering diingatkan pada saat mereka melaut agar melengkapi surat-surat yang belum lengkap dan berkoordinasi dengan Syahbandar Perikanan setempat.

“Kenyataanya, imbauan kami tidak dilaksanakan dan sudah banyak sekali teguran yang dilakukan oleh pihak pukat langgar, secara otomatis kapal mereka akan ditarik untuk proses lebih lanjut, Hal ini lah yang mungkin memicu para nelayan mendatangi DPRK Langsa, padahal kalau administrasi dan dokumen kapal para nelayan tersebut lengkap saya rasa tidak akan ada masalah dan para nelayan tidak perlu khawatir,” jelas Danlanal.

Pengusaha Klarifikasi Pernyataan Pungli di Laut

Aguslim Tanjung mewakili nelayan dan pengusaha boet mengklarifikasi dan menarik pernyataan adanya pungli di laut di kantor DPRK langsa.

“Bahkan malah sebaliknya pihak AL banyak membantu kami di dalam administrasi operational di laut, yang tadinya akan ditarik oleh pihak aparat di laut ( KRI ) karena kesalahan administrasi dan surat izin kami yang belum sempurna, setelah dibantu pihak Danpos AL dengan berkoordinasi kepada KRI, kami bisa melanjutkan kembali operational kami di laut,” ungkap Aguslim.

“Semua pernyataan ini kami ucapkan dan kami lontarkan atas dasar kesadaran diri sendiri dan sekaligus memohon maaf kepada pihak terkait khususnya TNI AL tanpa ada paksaan dari unsur pihak manapun. Dan kami juga mengetahui pengamanan di laut bukan hanya dari pihak TNI AL saja, bahkan banyak instansi lainnya yang terkait di dalam keamanan laut. Saya atas nama pribadi dan perwakilan dari pihak pengusaha atau toke boat ikan, dengan ini sekali lagi memohon maaf yang sebesar besarnya terutama kepada Danlanal Lhokseumawe, Danpos AL Langsa, pihak KRI di laut dan  kepada keluarga besar TNI AL,” tambahnya.

Aguslim juga menyebutkan, selama ini sudah sering diberikan sosialisasi oleh Danpos AL Kuala Langsa mengenai kelengkapan atribut dan kelengkapan administrasi di laut yang harus dipatuhi sehingga tidak ada masalah di lapangan.

“Dalam kesempatan ini kami keluarga besar nelayan Langsa turut mengucapkan terima kasih kepada KRI yang memperketat patroli laut terhadap migran gelap, sehingga sejauh ini perairan Langsa masih kondusif dari migran gelap.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *