Rektor UNIKI Lepas 23 Mahasiswa Program Berdampak Aksara 2026 ke Aceh Tengah

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Dr. Zainuddin Iba, SE, MM, secara resmi melepas 23 mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak Aksara 2026 untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Kalasegi, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (21/10/2026).

Muat Lebih

Program ini menjadi wujud kontribusi nyata UNIKI dalam memperkuat budaya literasi masyarakat sekaligus mendorong pembangunan desa melalui keterlibatan aktif mahasiswa di kawasan dataran tinggi Gayo.

Prosesi pelepasan berlangsung di halaman kampus UNIKI, Bireuen, turut didampingi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Dr. Jalaluddin, SH, MM, serta jajaran pimpinan universitas lainnya.

Dalam arahannya, Rektor UNIKI, Zainuddin Iba, berpesan agar mahasiswa mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di lokasi pengabdian.

Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan tim, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menjunjung tinggi nama baik almamater selama menjalankan program.

“Jadilah agen perubahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jaga kekompakan, saling peduli, dan senantiasa menjaga nama baik almamater UNIKI,” tegas Zainuddin.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana, Mizan Maulana, SP, MSi, menyampaikan bahwa UNIKI kembali memperoleh hibah Program Mahasiswa Berdampak Aksara 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kepercayaan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus berkontribusi langsung dalam penguatan literasi dan pembangunan desa.

“Alhamdulillah, tahun ini UNIKI kembali berhasil memperoleh Hibah Mahasiswa Berdampak Aksara 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam penguatan literasi dan pembenahan desa,” ujar Mizan.

Ia menjelaskan, sebanyak 23 mahasiswa dari berbagai fakultas akan melaksanakan program pengabdian yang dipusatkan di Desa Kalasegi, Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama kurang lebih dua bulan, dengan tahapan pelaksanaan yang disesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat setempat.

Program tahun ini mengusung tema “Bersama Mahasiswa, Menguatkan Literasi, Membangun Desa, Menuju Indonesia Berdampak.” Melalui tema tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mendorong peningkatan literasi sekaligus berperan aktif dalam mendukung potensi dan kemajuan desa.

Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran, Mizan Maulana didampingi dua anggota tim pelaksana, yakni Dian Eriani, SH, MH, dan Murni, SE, MSi. Tim bertugas mengarahkan serta mendampingi mahasiswa agar kegiatan yang dijalankan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Pihak rektorat berharap, keikutsertaan mahasiswa dalam Program Mahasiswa Berdampak Aksara 2026 tidak hanya meningkatkan kompetensi dan pengalaman praktis di luar kampus, tetapi juga memperkuat karakter, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian dalam mendukung pembangunan daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *