Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Delapan mahasiswa Universitas Islam Aceh (UIA) Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, mendapat kesempatan mengikuti program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) Terpadu di Malaysia.
Program akademik bernuansa internasional tersebut berlangsung selama 20 hari, mulai Senin (5/10/2026). Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi profesional mahasiswa sekaligus memberikan pengalaman belajar dan praktik langsung dalam lingkungan kerja lintas negara.
Humas UIA, Auli Fitri, kepada Bedahnews.com, Rabu (7/10/2026), mengatakan delapan mahasiswa yang mengikuti program tersebut berasal dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Program Studi Ekonomi Syariah pada Fakultas Syariah dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).
“Selama di Malaysia, peserta ditempatkan pada dua lembaga profesional, yakni Pewarisan Sdn Bhd di Kuala Lumpur dan My Pusaka di Negeri Sembilan. Mereka menjalani beragam aktivitas, mulai dari praktik lapangan, observasi, diskusi, hingga pemahaman mendalam terkait tata kerja kelembagaan,” ujar Auli Fitri.
Mahasiswa Program Studi HKI diarahkan untuk memperdalam praktik kewarisan dan pengelolaan harta pusaka. Mereka juga berkesempatan membandingkan teori hukum Islam yang diperoleh selama perkuliahan dengan penerapannya dalam praktik di Malaysia.
Sementara itu, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah mendapatkan pengalaman dalam bidang administrasi, pelayanan publik, analisis ekonomi, hingga pengelolaan aset berbasis syariah.
Dekan Fakultas Syariah UIA, M. Iqbal, Lc., M.Ag., CPM, mengatakan program PPL dan KPM Terpadu di luar negeri tersebut merupakan implementasi pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning.
“Agenda ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Mahasiswa tidak sekadar belajar teori, tetapi menyaksikan langsung praktik hukum keluarga, kewarisan, pengelolaan harta pusaka, serta aktivitas kelembagaan dalam spektrum yang lebih luas,” katanya.
Menurut M. Iqbal, pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompeten, adaptif, profesional, dan memiliki wawasan global.
Pelaksanaan program ini juga mendapat dukungan dari pimpinan kedua lembaga mitra di Malaysia, yakni CEO Pewarisan Sdn Bhd, Khairulnizam bin Mustafa Kamal, dan CEO My Pusaka, Khairul Azman bin Mustafa Kamal.
Kedua pimpinan lembaga tersebut menyambut kehadiran mahasiswa UIA sebagai bagian dari sinergi antara dunia akademik dan praktisi, khususnya dalam bidang pengelolaan harta serta pelayanan publik berbasis syariat.
Selama 20 hari berada di Malaysia, para mahasiswa tidak hanya menjalani kegiatan praktik, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengenal secara langsung sistem kerja dan lingkungan profesional di negara tersebut.
UIA berharap program PPL dan KPM Terpadu ini dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya UIA menyiapkan lulusan yang berintegritas, profesional, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global.












