Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi pedagogik melalui pengalaman nyata di lingkungan sekolah.
Pesan tersebut mengemuka dalam kuliah umum bertema “Transformasi Praktik Pembelajaran PJOK melalui Pembelajaran Mendalam: Penguatan Kompetensi Pedagogik Mahasiswa dalam Praktik Lapangan Persekolahan” yang digelar di Ruang Kampus Selatan UNIKI, Bireuen, Senin (28/9/2026).
Kuliah umum menghadirkan Kepala UPTD SMP Negeri 5 Bireuen, Reza Pahlevi, M.Pd., sebagai pemateri utama. Ia juga merupakan mentor dalam pelaksanaan praktik lapangan mahasiswa.
Kegiatan dibuka Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UNIKI, Masyitah, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengalaman praktik di sekolah menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa sebagai calon guru PJOK.
Menurutnya, pembelajaran di perguruan tinggi perlu diperkuat dengan pengalaman langsung di sekolah. Kehadiran praktisi dan mentor sekolah diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai tantangan, karakter peserta didik, hingga strategi pembelajaran yang dibutuhkan di lapangan.
“Praktik lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa, khususnya kompetensi pedagogik. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman dan pemahaman langsung dari para praktisi di sekolah,” ujar Masyitah.
Sementara itu, Reza Pahlevi menekankan pentingnya penguasaan kompetensi pedagogik sebelum dan selama mahasiswa menjalani praktik lapangan persekolahan.
Ia menjelaskan, pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki karakteristik yang berbeda dari sejumlah mata pelajaran lainnya karena lebih banyak melibatkan aktivitas praktik.
Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi juga dituntut mampu mengelola proses pembelajaran secara efektif.
“Sangat penting bagi mahasiswa memahami pedagogi dalam praktik lapangan. Apalagi Pendidikan Jasmani lebih banyak dilaksanakan dalam bentuk praktik. Mahasiswa harus mampu memahami cara menyampaikan materi, mengelola kelas, memberikan instruksi, serta membimbing peserta didik agar pembelajaran berjalan baik,” jelas Reza.
Ia juga mendorong mahasiswa menjadikan praktik lapangan sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan mengajar sekaligus memahami karakter peserta didik secara langsung.
Menurutnya, pengalaman berinteraksi dengan siswa di lingkungan sekolah akan membantu mahasiswa menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata dalam proses pembelajaran.
Kuliah umum tersebut berlangsung interaktif. Mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani FKIP UNIKI tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan serta dinamika pembelajaran PJOK di sekolah.
Melalui kegiatan ini, FKIP UNIKI berharap mahasiswa semakin siap menjalani praktik lapangan persekolahan dan memiliki bekal yang memadai untuk menjadi calon pendidik yang kompeten, profesional, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan.











