Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah proyek infrastruktur strategis yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Rabu (29/4/2026), guna memastikan percepatan pembangunan pascabencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada November 2025.
Peninjauan ini mencakup empat titik prioritas, yakni Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Jembatan Duplikasi Teupin Mane di Kecamatan Juli, pembangunan Sekolah Rakyat di Gampong Beunyoet, serta tanggul darurat Bendung Irigasi Pante Lhong.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut didampingi Ketua DPRK Bireuen Juniadi, Sekda Ismunandar, jajaran Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas PUPR, serta tim Administrasi Pembangunan Setdakab Bireuen.
Bupati Mukhlis menegaskan pentingnya percepatan pembangunan dua jembatan utama yang menjadi jalur vital mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi. Ia meminta pihak pelaksana proyek bekerja maksimal tanpa mengabaikan kualitas konstruksi.
“Jembatan ini adalah urat nadi masyarakat. Kami minta percepatan, namun mutu tetap harus dijaga agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Berdasarkan laporan di lapangan, progres pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum yang dikerjakan PT Adhi Karya (Persero) Tbk telah mencapai 42 persen dan ditargetkan rampung pada Juli 2026. Sementara Jembatan Teupin Mane yang ditangani PT PP (Persero) Tbk baru mencapai 17 persen dengan target fungsional pada Agustus 2026.
Selama masa konstruksi, masyarakat diimbau untuk mematuhi aturan penggunaan jembatan bailey sebagai jalur alternatif, termasuk pembatasan tonase maksimal 30 ton demi keselamatan bersama.
Di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Gampong Beunyoet, Bupati mengapresiasi progres pekerjaan yang telah mencapai 48 persen. Proyek senilai Rp250 miliar ini merupakan program prioritas nasional yang ditargetkan selesai lebih cepat pada 20 Juni 2026.
“Sekolah Rakyat ini menjadi harapan besar masyarakat. Dengan penambahan tenaga kerja, kami optimistis target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal,” ujarnya.
Kunjungan diakhiri dengan peninjauan tanggul darurat di Bendung Irigasi Pante Lhong. Infrastruktur sepanjang 142 meter tersebut dibangun untuk menormalkan aliran air ke saluran irigasi yang sangat dibutuhkan petani.
“Saat ini tinggal sekitar 10 meter lagi. Kami harapkan dalam waktu dekat air sudah kembali mengalir ke areal persawahan,” kata Mukhlis.
Pemerintah Kabupaten Bireuen menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mengawasi seluruh proyek strategis ini agar rampung tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam pemulihan ekonomi dan infrastruktur pascabencana.








