Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, SMKN 1 Bireuen Santuni 20 Anak Yatim  

  • Whatsapp

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Keluarga besar (SMKN) 1 Kabupaten Bireuen memperingati maulid Nabi Muhammad SAW di halaman sekolah tersebut, Kamis (10/10/2024).

Peringatan hari lahir Nabi Muhammad tersebut dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, seperti ceramah keagamaan, dan santunan kepada 20 anak yatim dan jamuan makan bagi, undangan dari berbagai kalangan dan perangkat gampong (desa) sekitar, serta 1.087 siswa SMKN 1 Bireuen.

Muat Lebih

Kepala SMKN 1 Bireuen M Yusuf kepada media mengatakan, peringatan maulid nabi digelar sekolah tersebut setiap tahun dilaksanakan, biayanya sumbangan para guru SMKN itu.

Selain untuk meningkatkan syiar agama di kalangan pelajar, kata M Yusuf , peringatan tersebut juga bagian dari upaya pihaknya untuk memperkuat silaturahmi antar-keluarga besar SMKN 1 Bireuen, baik dengan orangtua siswa, alumni, dan komponen masyarakat lainnya yang selama ini berperan mendukung pengembangan salah satu sekolah favorit di kabupaten Bireuen itu.

“Kenduri Maulid ini dari guru untuk siswa, jadi guru membeli lembu untuk menggelar kenduri, jumlah guru sekitar 150 orang, kenduri maulid ini sudah berjalan selama saya kepala sekolah tiga tahun terahir,” kata M Yusuf.

M Yusuf mengatakan inti peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini memperbaiki akhlak manusia, jadi mengharapkan karektek siswa – siswi SMKN 1 Bireuen bisa lebih meningkat, dan lebih bagus dari yang sebelumnya.

Selain itu juga untuk memperkuat ukhuwah persaudaraan antar sesama guru dan guru dengan siswa-siswi.

“Dengan kegiatan ini guru bersatu, bersama dan guru setelah melayani siswa baru mereka menikmati hidangan kenduri maulid,” ujarnya.

Sementara untuk ceramah agama dilaksanakan Jumat 11 Oktober 2024, mengundang Tgk Iswari dari Kecamatan Peusangan, sebagaimana biasanya SMKN 1 Bireuen setiap hari Jumat menggelar tausyiah hanya saja nanti ditambah lagi durasi ceramahnya.

“Di gampong-gampong, selain ceramah agama, kegiatan mulid juga diikuti dengan makan bersama di meunasah-meunasah pada siang/sore hari. Sedangkan pada malam hari biasanya ‘dihibur’ kembali oleh penceramah keagamaankeagamaan,” ujarnya.

Laporan : Zubir

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *