Kapolres Bireuen Gelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2021

  • Whatsapp

Jurnalis – Zubir

 

Muat Lebih

Bireuen,BEDAHNEWS.com – Jelang akhir tahun 2021, Kapolres Bireuen menggelar Konferensi Pers bersama awak media cetak dan elektronik di tempat kantor Polres Bireuen, Jum’at (31/12 2021)

Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH mengatakan, selama tahun 2021 wilayah hukum Polres Bireuen sangat kondusif, dimana ini merupakan kerjasama dengan berbagai stakeholder dan di dukung oleh masyarakat serta awak media.

“Kami sangat berterima kasih kepada para awak media yang selama ini menjalin kerjasama dengan Polres Bireuen, dimana setiap dalam mempublikasi informasi selalu melakukan koordinasi, baik tentang kasus yang diungkap maupun perkembangan lainnya,” ucap Kapolres Bireuen.

Kemudian, lanjut berkaitan dengan kinerja di tahun 2021, Polres Bireuen juga telah banyak melakukan pengungkapan berbagai kasus baik narkotika maupun kejahatan kriminal, dan yang terakhir kasus pembunuhan di Bireuen.

Kapolres Bireuen memaparkan berbagai kasus yang telah diungkap, diantaranya tindak kriminal yang terjadi atau crime total (CT) sejumlah 388 kasus dengan tingkat penyelesaian tindak pidana atau crime clearance (CC) sejumlah 303 kasus dengan persentase 77,7 persen.

Sementara pada tahun 2020 yang lalu, tindak kriminal yang terjadi sejumlah 193.422 kasus dengan crime clearance 72.023 kasus dengan persentase 3.257 persen.

Kemudian, untuk kasus yang menonjol seperti kasus pembunuhan, kurun waktu tahun 2021 terjadi 3 kasus, dimana ketiga kasus tersebut berhasil diungkap oleh personel Satreskrim, sebut Kapolres Bireuen.

Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH mengatakan untuk tindak pidana narkotika dan obat – obatan, Polres Bireuen telah menyita barang bukti seberat 62.765,22 gram ganja kering, 355.88,15 gram sabu serta 1 butir pil ekstasi.,

“Untuk periode Januari hingga November 2021, Kasus yang terselesaikan dari 391 kasus menjadi 226 kasus atau sebanyak 56 persen.

Untuk status pekerjaan tersangka, tampak status tersangka paling banyak berstatus wiraswasta dan mahasiswa, tambahnya.

Sebanyak 80 orang dikabarkan meninggal dunia, akibat insiden kecelakaan lalintas (Lakalantas) di Kabupaten Bireuen selama kurun waktu 2021. Hal tersebut, terungkap dalam konferensi pers akhir tahun Polres Bireuen,.

Meski dibandingkan tahun 2020 jumlah lakalantas menurun drastis, tapi angka kematian di jalan raya naik 6 % dari 75 orang meninggal dunia, tahun ini menjadi 80 korban jiwa. Berdasarkan rekapitulasi insiden laka lantas, tahun lalu sebanyak 518 kasus namun tahun ini hanya 379 kasus.

Selain yang meninggal dunia, 25 korban laka lantas juga mengalami luka berat, angka ini juga naik dari tahun lalu 20 orang. Sedangkan korban luka ringan menurun dari tahun 2020 berjumlah 741 orang, tahun ini 690 korban. Sementara kerugian materi, diperkirakan mencapai Rp 486.300.000 atau lebih kecil dari tahun lalu Rp 568.000.000.

“Dengan adanya penurunan kasus dan penyelesaian kasus yang ditangani oleh penyidik mengindikasikan bahwa secara keseluruhan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Bireuen tetap kondusif,.

Di samping itu tentu saja dukungan dan kerjasama seluruh komponen masyarakat serta efektifnya sinergi tiga pilar kamtibmas plus baik TNI, Polri, Pemda serta tokoh agama tokoh masyarakat, sebut Kapolres Bireuen.

Perlu diketahui, tingkat kesadaran warga dalam melaksanakan vaksinasi di Bireuen sesuai dengan data dari Dinas Kesehatan Bireuen, Terkait capaian vaksinasi di Kabupaten Bireuen, Kapolres menyebutkan, untuk dosis I, telah divaksin sebanyak 193.422 orang atau 58,1 persen, dosis II, 72.023 (24,6 persen) dan dosis III, 3.257.

Kapolres Bireuen berharap, kedepan mari kita mengamankan wilayah hukum Polres yang menjadi tanggung jawab bersama.

“Mari bersama kita jaga wilayah kita, untuk mengamankan wilayah hukum Polres Bireuen yang kondusif. Kebersamaan yang sudah terjalin dengan baik, mari kita pertahankan, kita jaga dan kita tingkatkan serta salam kompak selalu,” imbuh Polres Bireuen.

Terkait kasus kekerasan seksual di tahun 2021, terjadi 65 kasus dan keluarga sebanyak 3 kasus, sementara pada tahun 2020 terjadi kekerasan seksual.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *