Sepenggal Kisah Dari Kaum Luth

  • Whatsapp

 

Sahabat islami yang dimuliakan Allah, akhir-akhir ini kita telah mendengar sebuah singkatan yang cukup ramai dibicarakan. Singkatan tersebut berbunyi ‘LGBT’. Kepanjangan dari singkatan ini adalah Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender.

Muat Lebih

banner 468x60

APA ARTI DARI KEEMPAT ISTILAH TERSEBUT?

Arti dari keempat istilah tersebut adalah sebagai berikut,(Dilansir dari bimbingan islam.com)

* Lesbian adalah sebuah istilah bagi para wanita yang mengarahkan hasrat seksualnya kepada sesama wanita. Jadi hasrat seksual mereka bukan dengan laki-laki! Tapi dengan sesama wanita. (id.wikipedia.org/wiki/Portal:LGBT/Lesbian)

* Gay adalah sebuah istilah bagi seorang laki-laki yang mengarahkan hasrat seksualnya kepada sesama laki-laki. Bagi gay, laki-laki yang tampan lebih menarik dari pada wanita yang cantik. (id.wikipedia.org/wiki/Gay)

* Biseksual adalah sebuah istilah bagi seseorang yang berhasrat dengan laki-laki dan perempuan sekaligus. Jadi, seakan-akan Biseksual ini adalah gabungan dari sifat Lesbian dan Gay. (id.wikipedia.org/wiki/Biseksualitas)

* Transgender adalah sebuah istilah bagi seseorang yang memiliki sifat atau ekspresi yang berlainan dengan jenis kelamin saat ia terlahir. Misalkan, ia dilahirkan sebagai seorang laki-laki, tapi ia tumbuh dewasa dengan memiliki sifat perempuan, suka berdandan seperti wanita, dan semisalnya. (id.wikipedia.org/wiki/Transgender)

Nah, itulah pengertian dari Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender. Dan semoga kita semua dijaga Allah dari tabiat-tabiat yang menyelisihi syariat Allah dan Rasul-Nya.

Potret LGBT Pada Umat Nabi Luth alaihissalam

istilah-istilah tadi tentu mengingatkan kita dengan umat Nabi Luth alaihissalam. Umat Nabi Luth alaihissalam adalah umat yang berhasrat dengan sesama jenis. Laki-laki suka dengan laki-laki. Atau sering disebut homoseksual atau liwath atau sodomi.

Mari kita lihat kisah kaum Nabi Luth alaihissalam dengan memperhatikan kisah para malaikat yang diutus untuk menghancurkan kota tersebut.

Allah ta’ala berfirman:

وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ

“Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit”. (QS. Hud:77)

Menurut Ibnu Katsir rahimahullah, ketika itu, para malaikat menjelma menjadi wujud para laki-laki yang berparas sangat tampan. Nabi Luth alaihissalam tahu bahwa kaumnya suka dengan sesama laki-laki, terlebih lagi laki-laki yang berparas tampan. Oleh karena itulah beliau mengatakan “Ini adalah hari yang amat sulit”.

Kenapa beliau mengatakan “Ini adalah hari yang amat sulit”? jawabannya karena beliau tahu bahwa kaumnya pasti akan mendatangi beliau meminta agar tamu-tamu tersebut diserahkan kepada mereka. Beliau pun juga tahu bahwa beliau akan susah menolak permintaan kaumnya tersebut, terlebih lagi apabila yang mendatangi rumah beliau banyak orang. Apalagi dulu beliau sudah pernah dilarang kaumnya untuk menerima tamu laki-laki.

Ternyata apa yang dikhawatirkan oleh Nabi Luth alaihissalam tersebut akhirnya benar-benar terjadi.

وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ

“Dan akhirnya kaumnya mendatanginya dengan bergegas”(QS. Hud:78)

Menurut sebagian ahli tafsir, para malaikat datang ke kota tersebut hingga sampai di sebuah sungai pada tengah hari. Ketika itu anak wanita Nabi Luth alaihissalam sedang di sana mengambil air untuk keluarganya.

Para malaikat yang telah menjelma itu pun bertanya: “Wahai anak wanita, apakah ada rumah yang bisa disinggahi?”

Ia pun mengatakan kepada para malaikat tersebut: “Kalian tetap di sini dulu, sampai saya datang kepada kalian!”

Anak Nabi Luth alaihissalam khawatir dengan nasib mereka apabila diketahui kaumnya. Maka ia pun mendatangi ayahnya, Nabi Luth alaihissalam. Ia berkata:

“Wahai ayahku, temuilah beberapa pemuda yang berada di pintu masuk kota. Aku belum pernah melihat ada laki-laki setampan mereka. Jangan sampai kaum Anda yang menjamu mereka sehingga kaum Anda akan berbuat kekejian dengan mereka”. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/336-337)

Walaupun Nabi Luth alaihissalam pernah mendapatkan larangan dari kaumnya agar tidak menerima tamu laki-laki, tapi kali ini beliau tetap ingin menerima para malaikat yang telah menjelma tadi sebagai tamunya.

Maka Nabi Luth alaihissalam pun menjemput mereka dan membawa mereka ke dalam rumahnya. Tidak ada seorang pun yang mengetahui tentang tamu-tamu ini kecuali keluarga beliau saja.

Tapi ternyata Istri beliau sendirilah yang membocorkan rahasia tersebut kepada kaumnya. Istri Nabi Luth alaihissalam keluar untuk menemui kaumnya dengan mengatakan:

“Sesungguhnya di rumah Luth ada beberapa laki-laki, aku belum pernah melihat ada wajah-wajah setampan mereka” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/337)

Dalam sebagian riwayat ia mengatakan: “Luth memiliki beberapa tamu laki-laki. Aku belum pernah melihat wajah yang setampan mereka. Aku juga belum pernah membaui orang yang sewangi mereka”. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/339)

Maka akhirnya, kaumnya pun mendatangi Nabi Luth alaihissalam dengan bergegas dan bersegera karena hati mereka sangat riang gembira.

Ketika didatangi oleh kaumnya yang meminta agar para tamu diserahkan kepada mereka, Nabi Luth alaihissalam mengatakan:

يَاقَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ

“Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagi kalian, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antara kalian seorang yang berakal?” (QS. Hud:78)

Dalam ayat yang lain, Nabi Luth alaihissalam mengatakan:

قَالَ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ

Luth berkata: “Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (yang halal).” (QS. Al-Hijr:71)

Tapi apa yang dikatakan oleh kaumnya Nabi Luth alaihissalam:

قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ

Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.” (QS. Hud:79)

Maksud perkataan mereka adalah “Anda pasti sudah tahu bahwa kami tidak memiliki keinginan untuk berhubungan badan dengan para wanita lagi, yang kami inginkan adalah melakukan hal itu dengan para laki-laki. Jadi Anda tidak perlu mengulang-ulang untuk menawarkan putri-putri Anda kepada kami lagi!”

Allahu Akbar!

Mengerikan sekali ucapan mereka ini!

Setelah mengucapkan ucapan yang sangat mengerikan ini, mereka lalu memaksa masuk ke rumah. Hal ini pun memicu Jibril alaihissalam untuk menggampar mereka dengan ujung sayapnya sehingga mereka pun menjadi buta. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Qomar:37)

Ketika keadaan sudah seperti itu, para tamu pun mengabarkan dan menenangkan Nabi Luth alaihissalam dengan mengatakan:

قَالُوا يَالُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَصِلُوا إِلَيْكَ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ

Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang pun di antara kamu yang menoleh kebelakang, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia juga akan ditimpa azab yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya azab kepada mereka ialah di waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?!” (QS. Hud:81)

Maka Nabi Luth alaihissalam pun mengikuti arahan para malaikat yang tadi menjadi tamunya, beliau keluar di akhir malam bersama keluarganya. Beliau berjalan di belakang mereka, sebagaimana yang disebutkan dalam QS. Al-Hijr:65. Mereka meninggalkan kota yang dihuni oleh kurang lebih 4 jt penduduk yang melakukan perbuatan keji tersebut. Ada yang mengatakan daerah tersebut terdiri dari tiga kota, ada juga yang mengatakan jumlah kotanya ada lima. Termasuk sodom. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/341)

Semua keluarga beliau melaksanakan pesan para malaikat tadi, “tidak boleh menoleh kebelakang”. Tapi karena kota mereka diangkat hingga langit, hingga lolongan anjing dan kokokan ayam terdengar oleh malaikat langit, lalu kota-kota tersebut dijungkir balikkan ke bawah, hingga berbagai benda berjatuhan lalu kota tersebut benar-benar dijatuhkan, dan diikuti batu-batu, maka keluarlah dentuman yang sangat keras.

Ketika terdengar suara yang mengerikan tersebut, istri Nabi Luth alaihissalam yang tadi memberikan kabar tentang tamu Nabi Luth alaihissalam kepada kaumnya, akhirnya menoleh kebelakang juga, seraya mengatakan,

“Alangkah kasihannya kaum ku!”

Maka datanglah batu dari langit yang menimpanya sehingga ia pun mati karenanya. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/339)

Inilah sepenggal kisah tentang kaum LGBT, terlebih khusus para laki-laki yang suka dengan laki-laki.

Orang yang melakukan hubungan badan dengan sesama laki-laki, sungguh ia telah terbalik akalnya. Fitrah atau naluri lurus mereka telah berbelok. Mereka telah melakukan perbuatan yang hina seperti binatang. Bahkan mereka lebih hina dari binantang,

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *