Diduga “Sengklek Gamet” dengan Wanita Bersuami, Pawang Boet Diamuk Massa

  • Whatsapp
banner 468x60

Wartawan: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Apes benar nasib seorang pawang boet di Jangka, Kabupaten Bireuen yang dibabakbelurkan massa, karena diduga habis “Bersengklek Gamet” atau berbuat mesum dengan seorang perempuan yang sudah bersuami dan beranak dua, di salah satu desa di kecamatan itu, Rabu (15/1).

Muat Lebih

banner 300250

Keterangan yang dihimpun media ini menyebutkan, adanya dugaan salah seorang warga desa di kecamatan Jangka, Saf bin N (37), baru saja berbuat mesum dengan seorang perempuan yang sudah bersumi warga desa tetangganya, Sur bin B (37).

Warga setempat, memang sudah lama mengetahui hubungan mereka yang menjalin cinta terlarang, dan semakin curiga saat Saf ke luar dari rumah perempuan itu, pada malam harinya.
Tak disangka, entah dari mana datangnya, tiba tiba warga menyerbu dan menghajar Saf, sampai babak beluar hingga tak berdaya di halaman rumah Sur. Beruntung ada yang melapor ke Polsek Jangka yang segara meluncur ke TKP.

Tampaknya warga masih tidak puas terhadap laki-laki yang diketahui telah beristri dan memiliki anak dua orang, semakin gencar menghajarnya. Polisi terpaksa melepaskan sejumlah tembakan ke udara untuk membubarkan massa, yang sasat itu juga polisi mengevakuasinya ke Kantor Satpol PP dan WH di Bireuen. .

Saat di introgasi patugas WH, ke duanya tidak menampik sudah terjalin hubungan cinta gelap, dan mengakui pula jika perbuatan yang melanggar syariat Islam sudah dilakukan berulang kali.

Sur mengatakan pula jika suaminya, Sudah tidak mampu melayaninya di tempat tidur. Saat kejadian yang menimpa Saf, kebetulan di rumahnya tidak ada suaminya, karena tiap malamnya, rutin berjualan Mie di Keude Jangka.

Malah, terungkap juga, jika Saf telah lama menyewakan rumah di Lhokseumewe atas nama Sur, yang diyakini rumah tersebut sebagai tempat kencan ke duanya.
Namun dalam rapat penyelesaian kasus secara kekeluargaan di Kantor Satpol PP dan WH Kabupaten Bireuen, Kamis (16/1) petang yang dipimpin Kasi Penyidikan HT Amrullah, Lc, MA, yang juga penyidik non penyidik PNS, ternyata Kasus “Naik ke Bulan” tidak berlanjut ke Mahkamah Syariah dan tidak berakhir dengan hukuman cambuk, karena disepakati dengan perdamaian.

Adanya dugaan jika ada oknum yang “bermain” dalam dugaan khalwat itu. Betapa tidak, saat di introgasi petugas, pasangan tersebut mengakui adanya perbuatan itu, tapi saat dalamn rapat penyelesaian kasus, ternyata mereka menyangkalnya. Makanya, diselesaikan secara damai karena beralasan keduanya ditangkap bukan karena OTT, atau tertangkap tangan.

Dalam surat perjanjian damai yang dibacakan Ahmad Kelana berisi perjanjian yang antar lain, Saf harus membayar uang dhyat (denda) sebesar Rp 20 juta kepada suami, Saf. Berjanji tidak akan mengulangi perbuatan melanggar qanun syariat Islam no 6 tahun 2014 serta qanun no 9 tahun 2008 tentang adat dan peradilan adat gampong. Maka jika mengulangi perbuatannya, bersedia diproses cambuk sesuai dengan qanun.

Keduanya dihukum adat gampong dengan membayar ketentuan yang berlaku Rp 5 juta, keduanya berjanji tidak melakukan lagi hubungan dalam bentuk apapun, dan kepada Sur “dipersona non gratakan” alias harus meninggalkan desanya.

Kasatpol PP dan WH Kabupaten Bireuen Jamaluddin, SP yang didampingi Kabid Hukum dan Perundangan Lidyawari, SH, Kamis (17/1) membenarkan, jika pelanggar Syariat Islam telah diamankan dikantornya, Kamis (17/1) dini hari, atau sekitar pukul 02.00 wib.

Begitupun saat ditanya identitas lengkap pelaku, disebutnya masih belum diketahui, mengingat belum lagi diperiksa.

“Belum bisa ditanyakan, mengingat luka yang diderita pelaku laki-laki, cukup parah dibagian kepala akibat dipukuli massa, dan bisa jadi harus dirawat dulu ke rumah sakit,” ujar Lidyawati beralasan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *