Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen menggelar sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) daerah rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam.
Kegiatan yang diikuti 30 perwakilan gampong tersebut dibuka oleh Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST, yang diwakili Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Bireuen, Zamzami, S.Pd., M.M. Kegiatan berlangsung di Aula BPBD Bireuen, Gampong Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Rabu (21/10/2026).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bireuen sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Ir Marwan, ST, MT, mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi bencana, langkah mitigasi, serta tindakan yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko ketika bencana terjadi.
Menurutnya, keterlibatan perwakilan gampong menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat, mengingat gampong merupakan salah satu unsur terdekat dalam upaya penanganan awal bencana.
“Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah terwujudnya masyarakat yang lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana alam, sehingga dampak risiko dapat ditekan semaksimal mungkin,” ujar Marwan.
Sosialisasi tersebut menghadirkan lima narasumber yang menyampaikan materi secara panel, yakni Asisten II Setdakab Bireuen Mawardi, S.STP., M.Si.; Asisten III Setdakab Bireuen Zamzami, S.Pd., M.M.; Musni Syahputra, S.IP., M.Ec.Dev., selaku sekretaris yang mewakili Doli Mardian, SE, MSM; Sekretaris BPBD Bireuen Fauzan, S.Pd., M.Pd.; serta Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bireuen Faisal Kamal, S.Sos., M.M.
Dalam sambutan Bupati Bireuen yang dibacakan Zamzami, ditegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana masih kerap diabaikan oleh sebagian pihak. Padahal, bencana dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan kesiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
“Oleh karena itu, kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bencana sangat penting agar kita mampu melakukan tindakan cepat dan tepat guna menekan risiko saat terjadi bencana,” tegas Zamzami.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam melakukan penanganan awal ketika bencana terjadi, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya upaya pencegahan dan mitigasi di lingkungan masing-masing.
Zamzami juga menekankan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, bukan hanya pemerintah daerah. Sinergi antara pemerintah di tingkat kecamatan, aparatur gampong, pihak swasta, dan masyarakat dinilai penting untuk membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih efektif.
“Penanggulangan bencana bukan hanya kewajiban pemerintah daerah semata, melainkan tugas bersama di tingkat kecamatan, gampong, serta membutuhkan sinergitas kuat dengan pihak swasta dan seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui sosialisasi KIE daerah rawan bencana ini, BPBD Bireuen berharap para peserta dapat menjadi penggerak kesiapsiagaan di gampong masing-masing, sehingga masyarakat lebih tanggap dan mampu melakukan langkah awal yang tepat dalam menghadapi potensi bencana.












