Jangka Juara Piala Bupati Bireuen 2026, Kalahkan Gandapura 4-2 Lewat Adu Penalti

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Kecamatan Jangka keluar sebagai juara Piala Bupati Bireuen 2026 setelah menundukkan Kecamatan Gandapura melalui adu penalti dengan skor 4-2 pada partai final di Stadion Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Kamis (15/10/2026) sore.

Muat Lebih

Kemenangan dramatis tersebut diraih setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama waktu normal. Laga puncak yang berlangsung sengit itu disaksikan puluhan ribu penonton yang memadati stadion untuk menyaksikan perebutan gelar juara turnamen sepak bola antarkecamatan tersebut.

Sejak peluit awal dibunyikan, Jangka dan Gandapura sama-sama tampil disiplin. Kedua kesebelasan berusaha membangun serangan sekaligus menjaga pertahanan agar tidak kebobolan. Ketatnya permainan membuat skor 0-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Jangka meningkatkan intensitas serangan untuk membongkar pertahanan Gandapura. Namun, Gandapura mampu memberikan perlawanan melalui sejumlah serangan balik cepat yang beberapa kali mengancam gawang lawan.

Jual beli serangan terus berlangsung hingga akhir pertandingan. Meski kedua tim menciptakan sejumlah peluang, kokohnya barisan pertahanan masing-masing kesebelasan membuat tidak ada gol yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.

Skor imbang 0-0 memaksa penentuan juara dilanjutkan melalui adu penalti. Dalam babak penentuan tersebut, para eksekutor Jangka tampil lebih tenang dan sukses memastikan kemenangan 4-2 atas Gandapura.

Hasil ini mengantarkan Jangka meraih gelar juara pertama Piala Bupati Bireuen 2026 sekaligus membawa pulang trofi dan uang pembinaan sebesar Rp35 juta yang diserahkan langsung oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T.

Sementara itu, Gandapura harus puas menempati posisi juara kedua dengan hadiah uang pembinaan sebesar Rp20 juta. Adapun juara ketiga bersama diraih Kecamatan Kota Juang dan Kecamatan Samalanga, yang masing-masing memperoleh hadiah pembinaan Rp2 juta.

Wais Alarni Pemain Terbaik

Selain penyerahan trofi kepada para juara, panitia juga mengumumkan penghargaan individu bagi pemain yang tampil menonjol sepanjang turnamen.

Predikat pemain terbaik diraih Wais Alarni dari tim Kecamatan Jangka. Sementara itu, gelar pencetak gol terbanyak bersama diberikan kepada tujuh pemain yang masing-masing mengoleksi dua gol selama turnamen.

Ketujuh pemain tersebut yakni Putra dari Gandapura, M. Yasir dan Alfarizi dari Kota Juang, Abdul dan Lambak dari Samalanga, Ilham dan Adidian dari Peusangan, serta Nasir Alabi dari Makmur.

Jadi Hiburan Rakyat dan Ajang Pembinaan Atlet

Bupati Bireuen, H. Mukhlis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim peserta, panitia penyelenggara, aparat keamanan, serta masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan turnamen tersebut.

Menurutnya, Piala Bupati Bireuen bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi pesta olahraga rakyat yang dipersembahkan untuk menghibur masyarakat.

“Turnamen ini sengaja kami gelar sebagai sarana hiburan bagi masyarakat, sehingga seluruh pertandingan dapat dinikmati secara gratis tanpa dipungut biaya,” ujar Mukhlis.

Ia menjelaskan, turnamen tersebut menjadi bagian dari agenda tahunan untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bireuen. Kompetisi yang mempertemukan tim-tim perwakilan kecamatan itu pun resmi berakhir pada 15 Oktober 2026.

Lebih dari sekadar hiburan, Mukhlis berharap turnamen ini dapat membangkitkan gairah sepak bola daerah sekaligus menjadi wadah pembinaan dan penjaringan bibit-bibit pesepak bola muda berbakat di Kabupaten Bireuen.

“Kami yakin Bireuen memiliki potensi besar melahirkan pesepak bola berkualitas. Ajang seperti inilah langkah nyata kita untuk menemukan dan mengembangkan talenta terbaik daerah agar kelak mampu mengharumkan nama Bireuen di tingkat provinsi maupun nasional,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Mukhlis juga mengingatkan seluruh insan olahraga agar senantiasa menjunjung tinggi sportivitas, mematuhi aturan pertandingan, menghormati keputusan wasit, serta menjaga silaturahmi antarpemain dan masyarakat.

“Kemenangan memang penting, tetapi persatuan, kesatuan, dan kompetisi yang sehat jauh lebih berharga di atas segalanya,” pungkasnya.

Berakhirnya Piala Bupati Bireuen 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan sekaligus mendorong kemajuan sepak bola di Kabupaten Bireuen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *