Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, meninjau kondisi irigasi Lueng Asan di Kemukiman Tiga, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Jumat (16/10/2026) sore. Peninjauan ini dilakukan menyusul kerap meluapnya air saluran tersebut saat hujan deras hingga menggenangi permukiman warga.
Dalam kunjungan yang berpusat di Gampong Rhuem Barat itu, Bupati memastikan penanganan melalui normalisasi saluran segera dilakukan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen juga telah menyiagakan satu unit ekskavator di lokasi untuk mendukung pengerukan dan memperlancar aliran air.
Didampingi tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Mukhlis menyusuri alur irigasi Lueng Asan yang melintasi tujuh gampong, yakni Rhuem Barat, Rhuem Timu, Rhuem Baroh, Balee, Ie Rhop, Blang Mane, dan Geulumpang.
Berdasarkan hasil peninjauan, kondisi saluran yang mengalami penyempitan serta tumpukan sampah dan ranting kayu menjadi sejumlah faktor yang menghambat aliran air. Ketika debit air meningkat akibat hujan deras, saluran tersebut kerap meluap dan menggenangi permukiman penduduk.
Keuchik Rhuem Barat, Zulfa (46), mengatakan kawasan permukiman di gampongnya kerap terdampak genangan akibat luapan irigasi. Padatnya rumah penduduk membuat warga semakin khawatir setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Menanggapi kondisi itu, Mukhlis menegaskan Pemkab Bireuen akan segera melakukan normalisasi irigasi Lueng Asan sebagai upaya mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam warga.
“Kita lakukan normalisasi segera. Namun, saya juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke saluran. Setelah ditangani, mari kita jaga dan rawat bersama agar fungsinya optimal,” tegas Mukhlis.
Kedatangan Bupati juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung mengenai persoalan banjir yang berulang. Sejumlah warga, termasuk kaum ibu, mengungkapkan kekhawatiran terhadap keselamatan keluarga ketika air meluap hingga memasuki kawasan permukiman.
Kepala PAUD Rhuem Barat, Zahliya (36), mengatakan warga terkadang terpaksa mengungsi ketika luapan air terjadi. Menurutnya, keselamatan anak-anak menjadi salah satu kekhawatiran utama masyarakat.
“Kalau air meluap, kami kadang harus mengungsi. Yang paling kita khawatirkan adalah keselamatan anak-anak. Kami sangat berharap saluran ini segera ditangani agar tidak berulang terus,” tutur Zahliya.
Mendengar aspirasi tersebut, Mukhlis menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta fasilitas umum. Menurutnya, penanganan infrastruktur perlu diikuti kesadaran bersama agar saluran air tetap berfungsi dengan baik.
“Masyarakat aktif, pemerintah responsif. Keduanya harus berjalan beriringan. Infrastruktur yang sudah kita benahi harus dijaga bersama agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Pemkab Bireuen berharap normalisasi irigasi Lueng Asan dapat memperlancar aliran air dan meminimalkan risiko banjir yang selama ini mengancam permukiman warga di tujuh gampong Kemukiman Tiga, Kecamatan Simpang Mamplam.
Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut, Sekretaris BPBD Bireuen, Fauzan, SPd, MM, serta Camat Simpang Mamplam, Mukhsin, SAg.












