Perkuat Budaya Mutu Akademik, BPM UNIKI Audit Prodi Ekonomi Syariah FPAI

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) terus memperkuat komitmen peningkatan kualitas pendidikan tinggi melalui pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) pada Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Pendidikan Agama Islam (FPAI).

Muat Lebih

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Fakultas Pendidikan Agama Islam UNIKI, Bireuen, Selasa (13/10/2026), dengan melibatkan ketua program studi, jajaran staf dan karyawan, serta perwakilan mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah.

Audit dipimpin langsung oleh Kepala BPM UNIKI, Aisyah A Rahman, S.Pd., M.Pd., didampingi jajaran staf BPM. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi perkembangan program studi sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan.

Aisyah mengatakan, AMI merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap program studi mampu menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan dan beradaptasi dengan dinamika perkembangan pendidikan tinggi.

Menurutnya, evaluasi secara berkala diperlukan agar berbagai kekurangan dapat diidentifikasi sejak dini dan ditindaklanjuti melalui langkah perbaikan yang terukur.

“Melalui audit mutu internal ini, kita ingin melihat sejauh mana perkembangan kualitas program studi, sehingga kita tidak tertinggal dari perkembangan pendidikan yang semakin cepat. Hasil audit ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan mutu,” ujar Aisyah.

Sementara itu, Dekan FPAI UNIKI, Dr. Syarifuddin, M.Pd., menegaskan komitmen fakultas untuk terus meningkatkan kualitas Prodi Ekonomi Syariah melalui pembenahan di berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan.

Ia menekankan bahwa peningkatan mutu tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga mencakup kualitas tenaga pengajar serta pengembangan kompetensi mahasiswa sebagai calon lulusan perguruan tinggi.

“Peningkatan mutu harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kualitas dosen, proses pembelajaran, serta kompetensi mahasiswa agar mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi,” ungkap Syarifuddin.

Pelaksanaan AMI tersebut menjadi bagian dari upaya UNIKI membangun dan memperkuat budaya mutu (quality culture) di lingkungan perguruan tinggi. Melalui audit yang terencana dan evaluasi berkelanjutan, setiap program studi diharapkan mampu mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan sekaligus menjaga kesesuaian penyelenggaraan akademik dengan standar mutu yang telah ditetapkan universitas.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan, memperkuat tata kelola akademik, serta mendukung terciptanya lulusan UNIKI yang kompeten dan mampu bersaing di dunia kerja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *