Pasar Tani Distanbun Aceh di Bireuen, Sayuran Segar hingga Gas Elpiji Dijual Murah

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh bekerja sama dengan Distanbun Kabupaten Bireuen kembali menggelar Roadshow Pasar Tani di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Selasa (13/10/2026) pagi.

Muat Lebih

Kegiatan ini menjadi wadah bagi petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk unggulan secara langsung kepada masyarakat. Selain membantu memperluas pasar produk lokal, kegiatan tersebut juga menawarkan berbagai kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Sejak pagi, masyarakat tampak antusias mengunjungi stan-stan yang menyediakan beragam komoditas, mulai dari sayuran segar, hasil pertanian, aneka kuliner lokal, hingga bahan kebutuhan pokok.

Kepala Distanbun Bireuen, Mulyadi, melalui Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Nasriati, SP, mengatakan Pasar Tani bertujuan memperpendek rantai distribusi pangan sekaligus mempertemukan petani dan pelaku usaha secara langsung dengan konsumen.

“Melalui kegiatan ini, petani dan pelaku usaha lokal dapat menjual produknya langsung kepada masyarakat. Dengan memperpendek rantai pemasaran, kami berharap produk bisa dijual dengan harga terjangkau atau di bawah harga pasar, sehingga menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Nasriati saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kali ini merupakan roadshow Pasar Tani ketiga di Bireuen sepanjang 2026, atau keempat jika dihitung sejak kegiatan serupa dimulai pada tahun sebelumnya.

Menurutnya, Pemerintah Aceh juga berencana kembali memfasilitasi kegiatan serupa pada akhir November 2026 mendatang. Rencana tersebut diharapkan menjadi kesempatan tambahan bagi petani dan pelaku UMKM untuk memasarkan hasil produksi mereka.

KWT Senja Rasakan Manfaat Pasar Tani

Manfaat kegiatan ini turut dirasakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Senja dari Gampong Punjoet, Kecamatan Jangka. Kelompok yang dipimpin Zakiah (47) tersebut hadir bersama Petugas Penyuluh Pertanian (PPL), Tejawarni, untuk menawarkan berbagai hasil pertanian dan produk pangan kepada pengunjung.

Zakiah mengatakan KWT Senja dibentuk pada 2022 dan kini memiliki 20 anggota yang terdiri atas ibu rumah tangga, termasuk perempuan yang menjadi orang tua tunggal.

Selama ini, hasil panen sayuran anggota kelompok umumnya dijual melalui agen penampung. Kehadiran Pasar Tani membuka peluang bagi mereka untuk menjangkau konsumen secara langsung sekaligus memperoleh nilai jual yang lebih baik.

“Biasanya hasil panen sayur kami diambil oleh agen penampung. Namun, dengan adanya Pasar Tani ini, kami bisa menjualnya langsung kepada masyarakat dengan harga bersaing. Ini sangat membantu memberikan penghasilan tambahan bagi ibu-ibu,” ungkap Zakiah.

PPL BPP Jangka, Tejawarni, menjelaskan KWT Senja merupakan satu dari tujuh kelompok tani binaannya di Kecamatan Jangka. Melalui pembinaan berkelanjutan, anggota kelompok didorong untuk mengembangkan pertanian ramah lingkungan, termasuk dengan memanfaatkan pupuk organik.

“Untuk pemupukan, KWT Senja konsisten menggunakan pupuk organik. Melalui Pasar Tani ini, kami ingin menunjukkan bahwa Kelompok Wanita Tani juga mampu menghasilkan dan memasarkan komoditas unggulan berkualitas secara mandiri,” jelas Tejawarni.

Sayuran Segar hingga Bahan Pokok Dijual dengan Harga Terjangkau

Dalam kegiatan tersebut, KWT Senja menawarkan beragam sayuran segar dan produk pangan olahan dengan harga yang relatif terjangkau. Pliek ue dijual Rp10.000 per cup ukuran sedang, sedangkan tomat, cabai rawit, dan bunga pepaya masing-masing ditawarkan Rp5.000 per porsi.

Untuk produk telur, telur asin, telur ayam kampung, dan telur bebek hijau dijual Rp10.000 per tiga butir. Sementara itu, sayur sawi dijual Rp10.000 per tiga ikat, bayam Rp5.000 per tiga ikat, dan kangkung Rp5.000 per empat ikat.

Selain produk pertanian, stan kebutuhan pokok murah juga menarik perhatian masyarakat. Berdasarkan pantauan di lokasi, gas elpiji 3 kilogram dijual Rp18.000 per tabung dengan persyaratan melampirkan fotokopi KTP atau kartu keluarga (KK).

Adapun telur ayam ras ditawarkan dengan harga Rp47.000 per papan.

Melalui Roadshow Pasar Tani, Distanbun Aceh bersama Distanbun Bireuen diharapkan dapat terus membuka akses pemasaran bagi petani dan UMKM lokal, meningkatkan pendapatan kelompok tani, serta membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *