Dua Periode Pimpin IDI Bireuen, dr Zumirda Kembali Dilantik untuk Masa Bakti 2026–2029

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – dr Zumirda, Sp.B-ET, FINACS, FICS, kembali dipercaya memimpin Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Bireuen untuk periode 2026–2029. Ia resmi dilantik bersama jajaran pengurus baru oleh Ketua IDI Wilayah Aceh, dr Muntadar, Sp.B, Subsp.Ped(K), di Aula Hotel Fajar, Bireuen, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Muat Lebih

Pelantikan untuk periode kedua tersebut menjadi momentum bagi IDI Bireuen untuk memperkuat profesionalisme dokter, menjaga etika kedokteran, serta meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana, dr Hulaimi, Sp.P, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja menyukseskan rangkaian kegiatan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para dokter spesialis dan dokter umum, serta insan pers yang turut mendukung kegiatan tersebut.

“Kami mengapresiasi insan pers yang terus mengawal dan memberitakan kegiatan kedokteran secara objektif,” ungkap dr Hulaimi.

IDI Harus Menjaga Etika dan Marwah Profesi

Ketua IDI Wilayah Aceh, dr Muntadar, Sp.B, Subsp.Ped(K), menegaskan bahwa IDI harus menjadi rumah besar bagi seluruh dokter sekaligus wadah untuk menjaga etika kedokteran dan kehormatan profesi.

Menurutnya, dunia kedokteran menghadapi perubahan yang semakin cepat, mulai dari kemajuan teknologi, digitalisasi pelayanan kesehatan, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga perubahan regulasi.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan tersebut harus tetap diimbangi dengan komitmen terhadap etika, integritas, kesejawatan, dan profesionalisme, dengan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

“Dunia kedokteran saat ini menghadapi perubahan cepat, mulai dari kemajuan teknologi, digitalisasi pelayanan, kecerdasan buatan (AI), hingga perubahan regulasi. Namun, nilai etika, integritas, kesejawatan, profesionalisme, dan keselamatan pasien harus tetap menjadi landasan utama,” tegas dr Muntadar.

Ia berharap kepengurusan baru IDI Bireuen mampu menjalankan peran organisasi secara optimal, memperkuat solidaritas antaranggota, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi dokter.

Pemkab Bireuen Siap Perkuat Kolaborasi

Sementara itu, Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST, menyampaikan selamat kepada dr Zumirda dan seluruh jajaran pengurus IDI Bireuen yang baru dilantik.

Ia menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bireuen.

Menurut Mukhlis, pembangunan sektor kesehatan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk organisasi profesi kedokteran, rumah sakit, puskesmas, serta masyarakat.

“Pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi kuat antara pemda, organisasi profesi, rumah sakit, puskesmas, dan seluruh elemen masyarakat. Pemkab Bireuen siap membuka ruang komunikasi dan kolaborasi bersama IDI,” pungkasnya.

Diawali Seminar Transformasi Pelayanan Kesehatan Anak

Sebelum prosesi pelantikan, kegiatan diawali dengan seminar medis bertajuk Transforming Pediatric Care yang membahas transformasi dan inovasi pelayanan kesehatan anak, khususnya dalam mengenali serta menangani kondisi kegawatdaruratan pernapasan.

Seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber dengan materi yang berfokus pada penguatan kompetensi tenaga medis dalam menangani kasus gangguan pernapasan pada anak.

Narasumber pertama, dr Julianti, M.Kes, Sp.A(K), membawakan materi The Role of Pediatric Early Warning System in Mitigating Respiratory Failure in Children, yang membahas peran sistem peringatan dini pediatrik dalam mencegah perburukan kondisi hingga gagal napas pada anak.

Selanjutnya, dr Rahmat Faradilla, Sp.THT-BKL, menyampaikan materi Pediatric Upper Airway Emergencies: Recognizing the Red Flags Before Respiratory Failure, mengenai penanganan kegawatdaruratan saluran napas atas pada anak dan pentingnya mengenali tanda bahaya sebelum terjadi gagal napas.

Sementara itu, dr Hulaimi, Sp.P, membawakan materi Respiratory Failure in Children: Early Recognition, Initial Management and Escalation of Respiratory Support, yang membahas pengenalan dini gagal napas pada anak, penanganan awal, serta peningkatan dukungan pernapasan sesuai kebutuhan pasien.

Sesi diskusi dan penyampaian poin-poin penting (key takeaways) dipandu oleh dr Irike Ayumi, Sp.A. Rangkaian seminar kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para pemateri sebelum dilanjutkan dengan prosesi pelantikan pengurus IDI Cabang Bireuen periode 2026–2029.

Susunan Pengurus Inti IDI Bireuen 2026–2029

Adapun susunan pengurus inti IDI Cabang Kabupaten Bireuen periode 2026–2029 adalah sebagai berikut:

Ketua: dr Zumirda, Sp.B-ET, FINACS, FICS

Wakil Ketua I: dr Zikral Hadi, Sp.THT-BKL

Wakil Ketua II: dr Zikral Hadi, Sp.THT-BKL

Wakil Ketua III: dr Emy Handayany

Sekretaris: dr Hulaimi, Sp.P

Sekretaris I: dr Afriadi

Sekretaris II: dr Sarah Annisa Hasanah

Bendahara: dr Dira Witria

Wakil Bendahara I: dr Diana Rizki, M.Ked (PA), Sp.PA

Wakil Bendahara II: dr Hermasari

Dengan kepengurusan baru ini, IDI Bireuen diharapkan semakin memperkuat peran organisasi profesi dalam menjaga standar etika dan profesionalisme dokter sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *