Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com — SMK Negeri 1 Gandapura kembali mengukir prestasi di tingkat Kabupaten Bireuen. Sekolah tersebut berhasil meraih Juara 1 Lomba Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah/Dayah (UKS/M/D) jenjang SMA/SMK/MA se-Kabupaten Bireuen Tahun 2026.
Kepastian tersebut berdasarkan surat pengumuman pemenang Lomba UKS/M/D tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan Dayah se-Kabupaten Bireuen yang diterbitkan pada 1 Oktober 2026.
Kepala SMKN 1 Gandapura, Feri Irawan, S.Si., M.Pd., kepada Bedahnews.com, Sabtu (3/10/2026), mengaku bersyukur sekaligus bangga atas pencapaian tersebut.
Menurutnya, prestasi ini menjadi catatan penting bagi SMKN 1 Gandapura karena untuk pertama kalinya sekolah tersebut berhasil meraih Juara 1 dalam ajang sekolah sehat tingkat Kabupaten Bireuen.
“Alhamdulillah, ini merupakan penghargaan Juara 1 Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat kabupaten yang pertama kali diraih oleh SMK Negeri 1 Gandapura. Semoga prestasi ini semakin memotivasi warga sekolah dan menjadikan SMKN 1 Gandapura sebagai sekolah pilihan masyarakat,” ujar Feri.
Feri menjelaskan, Lomba UKS/M/D merupakan bagian dari upaya mendorong penerapan budaya hidup sehat di lingkungan satuan pendidikan. Pelaksanaannya mengacu pada kebijakan lintas kementerian melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri.
Dalam proses penilaian yang berlangsung pada 15 September 2026, tim penilai melihat secara langsung berbagai aspek penerapan Trias UKS, meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sekolah sehat.
Sejumlah fasilitas dan program sekolah turut menjadi objek penilaian, mulai dari kebersihan dan kerapian ruang kelas, kantin, ketersediaan air bersih, mushalla, fasilitas toilet, hingga penghijauan lingkungan sekolah.
Tim penilai juga memeriksa kelengkapan ruang UKS, termasuk administrasi, ketersediaan obat-obatan serta sinergi sekolah dengan Puskesmas Jeunieb dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi warga sekolah.
“Saat penilaian, tim mengecek langsung kebersihan dan kerapian ruang kelas, kantin, ketersediaan air bersih, mushalla, hingga kelayakan fasilitas WC. Selain itu, penghijauan lingkungan dan kelengkapan ruang UKS, mulai dari administrasi, obat-obatan hingga kerja sama dengan pihak Puskesmas, menjadi poin penting,” jelas Feri.
Selain aspek fasilitas, SMKN 1 Gandapura juga menampilkan potensi tanaman obat tradisional Aceh saat menyambut tim penilai. Beragam rempah khas Aceh diperkenalkan sebagai bagian dari edukasi mengenai pemanfaatan tanaman obat di lingkungan sekolah.
Feri menyebutkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur sekolah dan mitra terkait. Kolaborasi melibatkan siswa, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, Puskesmas Jeunieb, hingga unsur Muspika setempat.
Untuk menjaga keberlanjutan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pihak sekolah juga telah membentuk sejumlah divisi dan satuan kerja yang melibatkan siswa secara aktif.
Divisi tersebut antara lain menangani UKS, bakti sekolah, kantin, greenhouse, taman, tanaman buah, hingga Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Feri berharap prestasi tersebut tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
“Dengan raihan ini, kami berharap budaya PHBS semakin melekat pada seluruh warga sekolah, sehingga mampu meningkatkan mutu proses belajar siswa menuju Gandapura yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” pungkasnya.












