Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Program Studi Peternakan Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (Faperta) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) terus mengembangkan metode pembelajaran berbasis praktik untuk memperkuat kompetensi mahasiswa.
Salah satunya melalui kegiatan pembelajaran kolaboratif luar ruangan yang digelar di CV Juli Makmu, Kabupaten Bireuen, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini diikuti dosen dan puluhan mahasiswa Prodi Peternakan UNIKI.
Kegiatan dipimpin langsung Ketua Prodi Peternakan UNIKI, Muhammad Taufiq Hadi Wijaya, S.Pt., M.Pt., bersama enam dosen pendamping. Pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami kondisi dan pengelolaan ternak di lapangan.
Dekan Faperta UNIKI, Mizan Maulana, S.P., M.Si., mengatakan pembelajaran luar kelas menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kompetensi mahasiswa agar tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata.
“Pembelajaran tidak boleh berhenti di ruang kelas. Mahasiswa harus mendapatkan pengalaman langsung di lapangan, berinteraksi dengan praktisi, dan memahami persoalan peternakan secara nyata,” kata Mizan.
Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak juga menjadi bagian dari komitmen Faperta UNIKI dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu berkontribusi secara profesional di dunia kerja maupun dunia usaha.
Dalam kegiatan tersebut, Prodi Peternakan UNIKI turut menggandeng Kepala UPTD Balai Inseminasi Buatan dan Inkubator Saree, Dr. Ir. Hendra Saputra, S.Pt., M.M., IPU, ASEAN Eng.
Materi pembelajaran difokuskan pada pengamatan kondisi fisik ternak, teknik penanganan kesehatan, serta penerapan manajemen kesehatan ternak secara komprehensif.
Ketua Prodi Peternakan UNIKI, Muhammad Taufiq Hadi Wijaya, mengatakan kegiatan lapangan menjadi sarana untuk menghubungkan materi perkuliahan dengan kondisi nyata yang dihadapi dalam usaha peternakan.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori. Mereka perlu melihat, mengamati, berdiskusi, dan belajar langsung dari kondisi nyata di lapangan agar lebih siap menghadapi tantangan di dunia peternakan,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Ir. Hendra Saputra menekankan bahwa manajemen kesehatan ternak merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha peternakan.
Selain memperkuat pemahaman mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi, tenaga teknis, dan pelaku usaha peternakan.
Pihak CV Juli Makmu selaku mitra Faperta UNIKI turut menyambut positif kegiatan tersebut. Perwakilan CV Juli Makmu, Iswadi Nurdin dan Ikram, S.Pt., hadir dan mendampingi rangkaian pembelajaran di lapangan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, instansi teknis, dan dunia usaha, Faperta UNIKI berupaya membangun ekosistem pembelajaran yang lebih aplikatif sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa sebagai bekal memasuki dunia kerja dan mengembangkan usaha di bidang peternakan.











