Logo HUT ke-27 Bireuen Resmi Diluncurkan, Angkat Filosofi Sejarah, Budaya dan Nilai Keislaman

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten Bireuen resmi meluncurkan logo peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen, Rabu (23/9/2026). Logo tersebut memadukan unsur sejarah, budaya Aceh, identitas daerah, serta nilai-nilai keislaman yang menjadi bagian dari karakter masyarakat Bireuen.

Muat Lebih

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominsa) Kabupaten Bireuen, M. Zubair, mengatakan logo HUT ke-27 tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual peringatan hari jadi, tetapi juga memuat pesan mengenai semangat kebersamaan, keberagaman budaya, dan nilai spiritual masyarakat Bireuen.

“Logo HUT ke-27 ini bukan sekadar identitas visual, melainkan representasi semangat kebersamaan, keberagaman budaya, dan komitmen spiritual masyarakat Bireuen dalam membangun daerah,” kata Zubair dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, terdapat lima elemen utama yang menjadi bagian dari filosofi logo HUT ke-27 Bireuen.

Pertama, angka 27. Angka tersebut menandai perjalanan 27 tahun Kabupaten Bireuen sejak resmi dimekarkan. Secara filosofis, angka ini menggambarkan perjalanan dan kematangan daerah dalam menjalankan pembangunan, mengembangkan perekonomian, serta meningkatkan pelayanan publik untuk kesejahteraan masyarakat.

Kedua, Bungong Jeumpa. Bunga khas Aceh tersebut menjadi simbol keindahan, keharuman nama daerah, sekaligus representasi budaya lokal. Kehadiran unsur Bungong Jeumpa juga menggambarkan keharmonisan dan keramahan masyarakat Bireuen dalam menjaga warisan budaya leluhur.

Ketiga, Tugu Bireuen. Elemen ini merepresentasikan sejarah, perjuangan, serta salah satu ikon kebanggaan daerah. Tugu dimaknai sebagai simbol fondasi yang kokoh dan semangat masyarakat Bireuen dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Keempat, motif Aceh Bershalawat. Unsur ini menegaskan identitas Bireuen sebagai Kota Santri yang memiliki karakter keagamaan dan penerapan nilai-nilai syariat Islam. Motif tersebut sekaligus menggambarkan semangat masyarakat untuk memperbanyak shalawat dan memohon keberkahan dalam setiap proses pembangunan daerah.

Kelima, warna emas dan marun. Warna emas atau gold melambangkan kejayaan, kemuliaan, dan kemakmuran. Sementara warna marun mencerminkan keberanian, keberpihakan pada kebenaran, serta keteguhan dalam menjaga martabat daerah.

Zubair mengatakan peluncuran logo tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen yang akan diisi dengan berbagai kegiatan.

Pemkab Bireuen menyiapkan sejumlah agenda, mulai dari pameran UMKM, kegiatan olahraga, seni tradisional, hingga berbagai kegiatan bernuansa syiar keagamaan.

“Puncaknya ditandai dengan Upacara Peringatan Hari Jadi dan Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 Oktober 2026 mendatang,” jelasnya.

Ia berharap filosofi yang terkandung dalam logo HUT ke-27 tersebut tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga dapat menjadi pengingat dan penyemangat bagi seluruh masyarakat untuk terus membangun daerah secara bersama-sama.

“Kami berharap semangat dalam logo ini menginspirasi masyarakat Bireuen untuk terus mempererat silaturahmi, bersinergi, dan bersatu demi Bireuen yang makin maju dan bermartabat,” pungkas Zubair.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *