Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Puluhan Taruna Politeknik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia melaksanakan aksi karya bakti di Gampong Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak banjir bandang yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.
Kehadiran para taruna difokuskan untuk membantu percepatan pembersihan fasilitas umum yang masih tertimbun lumpur dan material sisa banjir bandang, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Keuchik Gampong Pante Baro Kumbang, Marwan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan para taruna KKP. Ia menyebutkan, para taruna saat ini bahkan menginap di kantor keuchik demi memaksimalkan kegiatan sosial tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik taruna beserta pendampingnya. Kehadiran mereka sangat membantu dan mempercepat pemulihan fasilitas umum pascabencana,” ujar Marwan kepada BEDAHNEWS.com, Selasa pagi.
Meski demikian, Marwan mengakui penanganan dampak banjir bandang belum sepenuhnya rampung. Endapan lumpur tebal masih menutupi sejumlah area permukiman warga yang sulit dibersihkan hanya dengan tenaga manusia.
“Untuk pembersihan lanjutan, kami masih membutuhkan bantuan alat berat. Ada beberapa titik yang lumpurnya sangat tebal sehingga tidak sanggup ditangani secara manual,” jelasnya.
Marwan menambahkan, sejumlah alat berat telah dikerahkan oleh berbagai pihak. Bupati Bireuen H. Mukhlis memberikan bantuan alat berat selama 10 hari, disusul bantuan dari Anggota DPR RI H. Ruslan M. Daud (HRD) selama tiga hari, Hasar Humanity selama tiga hari, serta bantuan alat berat mini dari PMI Cabang Bireuen yang telah beroperasi selama delapan hari.
Sementara itu, Wakil Direktur III Politeknik KKP Karawang, Robet Perangin-angin, menjelaskan bahwa misi kemanusiaan taruna KKP di wilayah terdampak bencana ini direncanakan berlangsung selama 40 hari. Fokus utama kegiatan meliputi pembersihan fasilitas publik, seperti sekolah dan meunasah.
“Kami berharap kehadiran taruna KKP dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan pascabencana di Aceh,” ujar Robet.
Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 1.142 taruna KKP telah diterjunkan ke berbagai daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, setelah sebelumnya dilepas secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kelautan dan Perikanan.
“Untuk Aceh, Politeknik KKP Karawang mendapat amanah khusus bertugas di Gampong Pante Baro Kumbang, Kabupaten Bireuen,” pungkasnya.








