Pemkab Bireuen Percepat Rehabilitasi Ribuan Hektare Lahan Pertanian Pascabanjir

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen terus mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terganggunya ketahanan pangan serta menopang kembali ekonomi masyarakat petani.

Muat Lebih

Berdasarkan hasil pemetaan geospasial terbaru, tercatat seluas 4.731,79 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bireuen mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Data yang dirilis pada Selasa (3/2/2026) merinci kerusakan tersebut, yakni rusak berat seluas 1.323,07 hektare, rusak sedang 672,12 hektare, dan rusak ringan mencapai 2.736,60 hektare.

Bupati Bireuen, Mukhlis, ST, telah menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk memprioritaskan penanganan pascabencana, khususnya pada sektor pangan yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat.

“Kondisi ini berpotensi memicu krisis pangan lokal jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Sawah merupakan sumber utama penghidupan petani, sehingga penanganannya harus menjadi prioritas,” tegas Bupati Mukhlis dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Bireuen telah mengirimkan surat resmi bernomor 56.6/064/2026 kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia. Surat tersebut memuat laporan detail kerusakan lahan pertanian sekaligus permohonan dukungan perencanaan dan anggaran rehabilitasi dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi, SE, MM, menyebutkan bahwa bantuan dari pemerintah pusat akan difokuskan terlebih dahulu pada lahan dengan kategori rusak sedang dan ringan.

“Anggaran perbaikan telah tersedia untuk sekitar 677 hektare sawah rusak sedang dan 1.900 hektare sawah rusak ringan. Perencanaan teknisnya kami susun bersama tim provinsi serta melibatkan salah satu universitas di Aceh,” jelas Mulyadi.

Ia menambahkan, proses rehabilitasi lahan dijadwalkan mulai berjalan pada Februari 2026 dan ditargetkan rampung sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

“Target kami, pada bulan April atau memasuki musim gadu, sawah-sawah tersebut sudah dapat kembali ditanami oleh para petani,” ujarnya.

Pelaksanaan rehabilitasi akan dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani, dengan alokasi anggaran sebesar Rp13 juta per hektare. Sementara itu, untuk lahan dengan kategori rusak berat, pihak Kementerian Pertanian masih melakukan kajian mendalam guna menentukan metode penanganan yang paling efektif.

Selain dukungan anggaran, Bupati Mukhlis juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal dalam menghadapi dampak bencana. Ia mengajak masyarakat untuk memperkuat budaya gotong royong, khususnya dalam pembersihan saluran irigasi dan optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan.

“Adaptasi pola tanam sesuai kondisi alam lokal merupakan kunci. Dengan gotong royong yang kuat dan dukungan kebijakan modern, kami optimistis sektor pertanian Bireuen akan segera bangkit,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *