KKM Umuslim Angkatan XXVIII Fokus Tanggap Bencana, 671 Mahasiswa Diterjunkan ke Wilayah Terdampak Banjir

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, menyiapkan 671 mahasiswa untuk terjun langsung ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Angkatan XXVIII Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan KKM tahun ini secara khusus mengusung tema tanggap darurat bencana hidrometeorologi.

Muat Lebih

Pembekalan KKM dibuka oleh Rektor Umuslim, Dr Marwan MPd, yang diwakili Wakil Rektor III, Dr drh Zulfikar MSi, di Gedung Creative Center MA Jangka, Kampus Umuslim, Kamis (15/1/2026). Kegiatan pembekalan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (17/1/2026).

Ketua Panitia Pelaksana KKM, Drs Syarkawi MEd, melaporkan bahwa dari total 671 peserta, terdiri atas 190 mahasiswa laki-laki dan 481 mahasiswa perempuan. Mereka berasal dari berbagai fakultas, yakni FKIP sebanyak 283 orang, Fikom 168 orang, FISIP 76 orang, Fakultas Pertanian 65 orang, Fakultas Teknik 46 orang, serta Fakultas Ekonomi 33 orang.

Syarkawi menjelaskan, para mahasiswa akan ditempatkan di 26 gampong di Kabupaten Bireuen yang memiliki sekolah tingkat SMA atau sederajat serta terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

“Pelaksanaan KKM akan berlangsung selama 22 hari, terhitung mulai 19 Januari hingga 19 Februari 2026. Sebanyak 13 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) akan mendampingi mahasiswa, dengan sistem satu DPL membina dua gampong,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Umuslim, Dr drh Zulfikar MSi, dalam arahannya menegaskan bahwa KKM bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik atau SKS, melainkan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

“Inilah saatnya mahasiswa keluar dari ‘menara gading’ akademik. Terjun langsung melihat realitas di lapangan dan berbagi ilmu serta keterampilan yang dimiliki kepada masyarakat,” tegas Zulfikar.

Ia juga berharap mahasiswa mampu menyerap materi pembekalan secara maksimal, terutama yang berkaitan dengan upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Bireuen pada November 2025 lalu. Menurutnya, program kerja yang dirancang mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan masyarakat.

Di sisi lain, Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan sekaligus anggota DPR Aceh, Rusyidi Mukhtar, turut memberikan pesan agar seluruh mahasiswa menjaga sikap dan nama baik almamater selama menjalankan KKM.

“Bantu masyarakat untuk bangkit dari dampak banjir dan longsor. Selain itu, manfaatkan kesempatan ini untuk mensosialisasikan fakultas-fakultas yang ada di Umuslim kepada siswa SMA di lokasi KKM agar mereka termotivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” pesannya.

Untuk menjamin kualitas dan efektivitas pelaksanaan KKM, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang terdiri dari unsur pimpinan dekanat akan turun langsung ke lapangan pada akhir masa KKM guna menilai serta mengevaluasi hasil pengabdian para mahasiswa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *