Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten Bireuen bergerak cepat melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi dengan membersihkan material kayu dan sedimen yang menyumbat aliran sungai di Gampong Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan, Jumat (10/4/2026).
Langkah tanggap darurat ini dipimpin langsung oleh Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, yang turun ke lokasi untuk memastikan proses pembersihan berjalan optimal. Fokus penanganan berada di titik krusial, yakni di bawah Jembatan Krueng Beukah dan saluran air Lueng Kuli yang terdampak sisa banjir pekan lalu.
“Aliran sungai tersumbat cukup parah oleh sedimen dan tumpukan kayu. Ini harus segera ditangani agar tidak memicu banjir susulan saat curah hujan meningkat,” ujar Mukhlis saat meninjau lokasi.
Dalam operasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen mengerahkan alat berat berupa ekskavator untuk mengeruk lumpur yang mulai mengeras serta menyingkirkan batang kayu berukuran besar yang menghambat aliran air.
Mukhlis menegaskan, penanganan pasca-bencana menjadi prioritas utama pemerintah daerah guna memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya di wilayah rawan banjir.
“Pemerintah akan selalu hadir dan responsif terhadap setiap kondisi darurat di tengah masyarakat,” tegasnya.
Keuchik Gampong Krueng Beukah, T. Munawar, mengapresiasi langkah cepat pemerintah. Ia mengungkapkan, warga sebelumnya diliputi kekhawatiran akan potensi banjir susulan, mengingat kondisi sungai yang tersumbat pascabanjir.
“Alhamdulillah, sekarang warga sudah lebih tenang. Sebelumnya kami sangat cemas jika hujan deras turun lagi, air bisa meluap ke permukiman,” ujarnya.
Selain memastikan pengerjaan teknis berjalan lancar, Bupati Mukhlis juga menginstruksikan seluruh perangkat desa di Kabupaten Bireuen untuk meningkatkan kewaspadaan serta aktif memantau kondisi lingkungan dan infrastruktur di wilayah masing-masing.
“Saya minta perangkat desa selalu siaga dan cepat melaporkan jika ada kondisi darurat atau kerusakan fasilitas umum. Komunikasi yang cepat sangat menentukan efektivitas penanganan,” pungkasnya.








