Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Sebanyak 465 siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bireuen berhasil lulus ke perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026. Jumlah tersebut berasal dari total 1.056 siswa yang mengikuti seleksi berbasis nilai rapor tersebut.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah IV Bireuen, Abdul Hamid, menyebut capaian ini merupakan hasil kolaborasi antara siswa, guru, dan pihak sekolah dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi nasional.
“Ini adalah hasil kerja keras bersama. Sekolah telah berupaya maksimal dalam membimbing siswa agar mampu bersaing di jalur prestasi,” ujarnya kepada Bedahnews.com, Rabu, 1 April 2026.
Dari total 53 sekolah yang berpartisipasi, SMAN 1 Bireuen mencatatkan prestasi tertinggi dengan meloloskan 57 siswa melalui jalur SNBP. Capaian tersebut menempatkan sekolah ini sebagai penyumbang kelulusan terbanyak di Kabupaten Bireuen.
Di posisi berikutnya, SMAN 1 Kuala meloloskan 42 siswa, disusul SMAN 2 Bireuen sebanyak 36 siswa, dan SMAN 1 Gandapura dengan 35 siswa.
Sementara itu, dari kelompok sekolah kejuruan, SMKN 1 Bireuen menjadi yang tertinggi dengan 31 siswa lulus SNBP, diikuti SMKN 1 Gandapura sebanyak 28 siswa.
Sejumlah sekolah lain juga masuk dalam daftar 10 besar perolehan kelulusan tertinggi, yakni SMAN 2 Peusangan (28 siswa), SMKN 1 Peusangan (21 siswa), SMAN 1 Peudada (20 siswa), serta SMA Sukma dengan 16 siswa.
Abdul Hamid menegaskan bahwa capaian ini perlu menjadi bahan evaluasi berkelanjutan bagi seluruh satuan pendidikan. Ia menyoroti pentingnya peran guru bimbingan konseling (BK) dan wali kelas dalam membantu siswa mengenali potensi diri serta menentukan pilihan program studi yang tepat.
“Guru harus aktif mengarahkan siswa sesuai minat dan kemampuannya. Dengan begitu, peluang diterima di PTN akan semakin besar,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya akses informasi yang luas terkait perguruan tinggi agar siswa tidak salah dalam menentukan pilihan akademik di masa depan.
Meski demikian, Abdul Hamid mengingatkan agar sekolah tidak mengabaikan siswa yang belum berhasil di jalur SNBP. Ia meminta seluruh sekolah segera mengambil langkah strategis untuk menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
“Saya minta sekolah menyiapkan program tambahan belajar bagi siswa yang belum lulus SNBP, sebagai persiapan menghadapi UTBK dan SNBT,” tegasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, tingkat partisipasi sekolah di Bireuen dalam SNBP 2026 cukup beragam. Ada sekolah yang mendaftarkan hingga 144 siswa, sementara sebagian lainnya hanya mengikutsertakan satu hingga sepuluh siswa dalam seleksi tersebut. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan kapasitas dan kesiapan antar sekolah dalam mengikuti jalur seleksi berbasis prestasi.








