Pemkab Bireuen Salurkan 92 Sapi Bantuan Presiden untuk Warga Terdampak Bencana

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bergerak cepat memastikan penyaluran bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat di 91 desa terdampak bencana berjalan tepat waktu. Sebanyak 92 ekor sapi disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tradisi meugang dalam menyambut Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Muat Lebih

Kepastian penyaluran bantuan ini diperoleh setelah Sekretariat Presiden menyalurkan dana sebesar Rp2.250.000.000 ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten Bireuen pada Selasa (17/3/2026) pukul 15.00 WIB.

Usai dana diterima, jajaran Pemkab Bireuen langsung mengikuti rapat koordinasi melalui Zoom Meeting yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), pada Selasa malam.

Rapat tersebut membahas teknis pelaksanaan bantuan berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tertanggal 12 Februari 2026, yang menegaskan bahwa bantuan Presiden untuk tradisi meugang harus disalurkan dalam bentuk daging, bukan uang tunai.

“Sesuai arahan Mendagri, bantuan ini harus dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk daging untuk meugang. Mengingat waktu yang sangat terbatas karena bertepatan dengan libur nasional dan cuti bersama, kami harus mengambil langkah taktis,” ujar salah satu pejabat Pemkab Bireuen.

Proses penyaluran bantuan kali ini tergolong menantang. Pasalnya, setelah koordinasi pada Selasa malam, keesokan harinya sudah memasuki masa cuti bersama Hari Raya Nyepi, yang berlanjut hingga cuti bersama Idulfitri.

Untuk memastikan distribusi tepat waktu, Pemkab Bireuen mengambil kebijakan pengadaan sapi dengan dua skema, yakni 60 ekor didatangkan dari luar Aceh dan 32 ekor dibeli dari peternak lokal di Kabupaten Bireuen.

Langkah mendatangkan sapi dari luar daerah dilakukan karena keterbatasan stok lokal yang memenuhi kriteria, baik dari segi berat, umur, maupun harga per kilogram. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan menjaga stabilitas harga daging di pasar lokal.

“Jika seluruh kebutuhan sapi dibeli secara mendadak dari pasar lokal, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan harga yang signifikan dan berdampak pada daya beli masyarakat menjelang Idulfitri,” tambah sumber tersebut.

Harga pembelian sapi bervariasi, berkisar antara Rp22 juta hingga lebih dari Rp30 juta per ekor, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa berdasarkan jumlah penduduk.

Harga tersebut telah mencakup Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Pasal 22, infaq, serta biaya operasional distribusi lainnya.

Dalam proses distribusi, dilaporkan satu ekor sapi sempat mati. Namun, Pemkab Bireuen segera mengambil langkah cepat dengan menyediakan satu ekor sapi pengganti agar jatah meugang masyarakat tetap terpenuhi.

Dengan demikian, total 92 ekor sapi berhasil disalurkan kepada 91 desa terdampak bencana di Kabupaten Bireuen, guna memastikan seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat bantuan Presiden dalam menyambut tradisi meugang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *