Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kebahagiaan menghampiri para korban banjir dan tanah longsor yang masih bertahan di pengungsian di Kabupaten Bireuen. Hj. Faridah Adam, istri anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan Daud, mengajak puluhan anak-anak dan ibu-ibu pengungsi berbelanja pakaian baru untuk Lebaran, Minggu sore, 15 Maret 2026.
Para pengungsi yang saat ini menempati tenda darurat di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen tersebut dibawa langsung menuju Suzuya Mall Bireuen yang berada di pusat kota. Kegiatan ini diperuntukkan bagi keluarga terdampak bencana yang kehilangan harta benda, termasuk rumah, akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana pusat perbelanjaan sempat dipenuhi rasa haru ketika rombongan pengungsi tiba. Faridah Adam memberikan kebebasan kepada para ibu dan anak-anak untuk memilih sendiri pakaian yang mereka inginkan, mulai dari model hingga ukuran.
Setelah memilih pakaian, para pengungsi diarahkan menuju kasir. Di sana, Faridah Adam telah menunggu untuk melunasi seluruh belanjaan mereka.
“Kami ingin mereka tetap merasakan suasana Lebaran meskipun sedang berada dalam kondisi sulit di pengungsian. Ini adalah bentuk kepedulian kami agar anak-anak tetap bisa tersenyum menyambut hari raya,” ujar Faridah di sela kegiatan.
Rasa haru juga dirasakan Suratin, salah satu pengungsi yang datang bersama dua anaknya. Ia mengaku tidak menyangka akan mendapatkan bantuan berupa pakaian baru di tengah kondisi serba terbatas.
“Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada Ibu Faridah Adam. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk anak-anak agar bisa memakai baju baru saat Lebaran nanti,” ungkap Suratin dengan mata berkaca-kaca.
Aksi sosial ini diharapkan dapat meringankan beban psikologis para pengungsi yang hingga kini belum dapat kembali ke rumah masing-masing karena kerusakan bangunan akibat longsor. Usai berbelanja, rombongan pengungsi kemudian diantar kembali ke posko pengungsian di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen.








