Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Penderitaan warga Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, belum juga berakhir. Meski bencana banjir bandang dan longsor telah berlalu hampir tiga bulan sejak November 2025, puluhan kepala keluarga di wilayah pedalaman tersebut hingga kini masih bertahan hidup di tenda darurat.
Kondisi memprihatinkan ini terungkap saat Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD), melakukan kunjungan kerja ke lokasi terdampak pada Kamis (12/3/2026).
Kedatangan legislator asal Aceh yang akrab disapa HRD itu bertujuan menyerap aspirasi warga sekaligus meninjau langsung kerusakan infrastruktur akibat bencana, mulai dari jalan, jembatan hingga rumah warga yang luluh lantak diterjang arus Sungai Krueng Peusangan.
Kepala Dusun Bivak, M Nur, di hadapan HRD memaparkan kondisi yang masih sangat memprihatinkan. Dari total 74 kepala keluarga atau sekitar 270 jiwa yang bermukim di dusun tersebut, sebanyak 31 KK (sekitar 104 jiwa) kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang.
“Sudah tiga bulan masyarakat kami tinggal di tenda. Sampai sekarang belum ada perhatian dari pemerintah pusat maupun kabupaten. Kami sangat berharap ada hunian yang layak agar warga tidak terus-terusan hidup dalam tenda,” ujar M Nur dengan nada haru.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini warga terdampak belum menerima bantuan jatah hidup (jadup) maupun program pemberdayaan ekonomi pascabencana.
Menanggapi keluhan tersebut, HRD menegaskan bahwa hunian layak dan bantuan jadup merupakan hak warga negara yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Namun, ia menyayangkan lambatnya langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen dalam mengusulkan pembangunan hunian sementara (huntara) atau hunian tetap kepada pemerintah pusat.
“Kalau Pemkab Bireuen tidak segera mengusulkan pembangunan huntara atau hunian tetap, pemerintah pusat tidak bisa membangunnya. Begitu juga bantuan lainnya. Kondisi ini tentu sangat merugikan masyarakat yang sedang terdampak bencana,” tegas HRD.
Politisi yang telah dua periode duduk di DPR RI itu juga menilai masih banyak warga yang belum memahami hak-hak mereka pascabencana karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah daerah.
Di tengah berbagai keluhan warga, HRD turut membawa kabar baik terkait pemulihan infrastruktur di kawasan tersebut. Ia menyebutkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mulai bergerak membangun jembatan rangka baja untuk menggantikan jembatan gantung yang putus akibat banjir.
Jembatan tersebut nantinya akan menghubungkan Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, dengan Dusun Bivak di Kecamatan Juli.
Selain itu, Kementerian PU juga akan membangun jalan aspal dari Desa Alue Limeng, Desa Salah Sirong, hingga tembus ke jalan nasional Bireuen–Takengon di Desa Krueng Simpo.
Proyek pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut setelah HRD sebelumnya membawa Menteri Pekerjaan Umum, Doddy Hanggodo, meninjau langsung lokasi dengan menyeberangi sungai menggunakan kereta gantung beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah, setelah Pak Menteri melihat langsung kondisi di lapangan, beliau langsung memerintahkan tim untuk membangun jalan dan jembatan menuju Salah Sirong dan Bivak,” ungkap HRD.
Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan kegiatan buka puasa bersama masyarakat, penyaluran bantuan sembako bagi warga terdampak, serta santunan kepada anak-anak yatim di Dusun Bivak.








