Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Sebanyak 45 Kepala Keluarga (KK) korban banjir bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh, mulai menapaki babak baru setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Warga Dusun Matang Pasi, Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, kini akan segera memiliki hunian baru melalui program pembangunan Rumah Panggung Tetap (Rupatap) yang digagas lembaga amil zakat nasional DT Peduli.
Pembangunan rumah tersebut resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang berlangsung pada Kamis (12/3/2026) sore di lokasi pembangunan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten I Setdakab Bireuen Mulyadi SH MM yang mewakili Bupati Bireuen H. Mukhlis SH, serta Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, SE.
Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, menjelaskan bahwa rumah yang dibangun dirancang dengan desain khusus yang adaptif terhadap potensi bencana. Setiap unit memiliki ukuran 6 x 6 meter dengan konsep rumah panggung setinggi 2 meter dari permukaan tanah.
“Anggaran untuk satu unit rumah sekitar Rp50 juta dan kami menargetkan seluruh pembangunan dapat selesai dalam waktu enam bulan,” ujar Jajang kepada BEDAHNEWS.com di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan dibangun sebanyak 25 unit rumah, sementara 20 unit sisanya akan dikerjakan pada tahap kedua.
Program ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan DT Peduli di Aceh. Secara keseluruhan, lembaga tersebut menargetkan pembangunan 243 unit Rupatap, yang terdiri dari 45 unit di Kabupaten Bireuen dan selebihnya akan dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang.
Setiap rumah nantinya dilengkapi dengan dua kamar tidur dan satu ruang tamu. Sementara fasilitas dapur dan sanitasi (MCK) akan dibangun secara komunal di sekitar kawasan permukiman guna menciptakan tata lingkungan yang lebih terintegrasi.
Menurut Jajang, konsep rumah panggung dipilih sebagai upaya mitigasi bencana, mengingat kawasan tersebut sebelumnya terdampak banjir bandang. Dengan posisi bangunan yang lebih tinggi, rumah diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih aman bagi warga apabila terjadi bencana serupa.
Selain membangun hunian, DT Peduli juga merancang program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.
“Setelah pembangunan rumah selesai, kami akan melanjutkan dengan program peningkatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi nelayan. Ke depan, kawasan ini juga direncanakan ditata menjadi desa wisata pesisir agar dapat menarik kunjungan wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bireuen menyambut baik program tersebut. Mewakili Bupati Bireuen, Asisten I Setdakab Bireuen Mulyadi SH MM menyampaikan apresiasi kepada DT Peduli dan para donatur yang telah membantu masyarakat terdampak bencana di Gampong Alue Kuta dan Kuala Ceurape.
“Saya berharap proses pembangunan rumah ini berjalan lancar, aman, dan selesai tepat waktu. Semoga hunian ini membawa ketenangan, keberkahan, serta kehidupan yang lebih layak bagi para korban bencana,” ujar Mulyadi saat membacakan sambutan Bupati.
Ia juga mengingatkan masyarakat penerima manfaat untuk menjaga kebersamaan serta merawat fasilitas yang telah diberikan.
“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkasnya.








