Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Kepolisian Resor (Polres) Bireuen menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Ketupat Seulawah 2026” di halaman Mapolres Bireuen, Kamis (12/3/2026).
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis, didampingi Kabag Ops Polres Bireuen Kompol Darmansyah, sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Bireuen, Aceh.
Kegiatan ini merupakan bagian dari operasi pengamanan nasional yang melibatkan sebanyak 161.243 personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, hingga instansi terkait lainnya yang disiagakan hingga ke tingkat daerah.
Dalam amanatnya, Bupati Mukhlis menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel, mengingat dinamika global saat ini yang turut berdampak pada kondisi dalam negeri, termasuk sektor ekonomi dan stabilitas keamanan.
Ia menyinggung memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara, seperti Israel, Palestina, Amerika Serikat, hingga Iran, yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi global.
“Situasi global saat ini menunjukkan eskalasi yang meningkat. Hal ini tentu dapat berdampak pada kondisi ekonomi nasional, termasuk nilai tukar rupiah dan inflasi. Karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi serta daya beli masyarakat,” ujar Mukhlis.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang secara nasional. Meski mengalami penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah tetap mewaspadai kemungkinan lonjakan mobilitas akibat kebijakan work from anywhere serta adanya diskon tarif transportasi.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Polri menyiapkan 2.746 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain pengamanan lalu lintas, Polres Bireuen juga memetakan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama masa mudik. Patroli akan ditingkatkan di sejumlah titik rawan guna mengantisipasi tindak kriminalitas konvensional, premanisme, hingga aksi balap liar.
Bupati Mukhlis juga mengimbau masyarakat agar melapor kepada pihak kepolisian apabila meninggalkan rumah dalam keadaan kosong saat mudik.
“Kami juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian terdekat agar masyarakat dapat mudik dengan aman dan tenang,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah turut mengingatkan potensi cuaca ekstrem berdasarkan peringatan dari BMKG. Selama periode mudik, sejumlah wilayah diprediksi berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
“Tim tanggap bencana beserta sarana dan prasarana pendukung telah disiagakan guna mengantisipasi serta menangani kemungkinan bencana, baik sebelum maupun setelah kejadian,” kata Mukhlis.
Operasi Ketupat Seulawah 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Apel gelar pasukan ditutup dengan pengecekan kendaraan dinas serta alat material khusus yang akan digunakan oleh personel selama pelaksanaan operasi di lapangan.








