Pemkab Bireuen Salurkan Santunan Rp1,85 Miliar untuk 3.704 Anak Yatim Jelang Idul Fitri 1447 H

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mulai menyalurkan santunan bagi ribuan anak yatim di seluruh wilayah kabupaten menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Program sosial tahunan tersebut menyasar 3.704 anak yatim dengan total anggaran mencapai Rp1.852.000.000.

Muat Lebih

Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah agar anak-anak yatim tetap dapat merasakan kebahagiaan menyambut hari kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.

Bupati Bireuen, Mukhlis, mengatakan santunan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang telah kehilangan orang tua.

“Pemerintah ingin memastikan anak-anak yatim di Bireuen tetap merasakan keceriaan menyambut Idul Fitri. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok maupun keperluan lainnya menjelang lebaran,” ujar Mukhlis dalam keterangan resminya, Selasa (10/3/2026).

Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran, penyaluran santunan dilakukan secara nontunai melalui transfer langsung ke rekening masing-masing penerima. Dana tersebut telah dipastikan masuk dan dapat dicairkan oleh wali atau keluarga anak yatim yang bersangkutan.

Mukhlis menambahkan, penggunaan sistem perbankan bertujuan agar bantuan diterima secara utuh tanpa potongan sekaligus memudahkan proses pengawasan keuangan daerah.

Menurutnya, penyaluran santunan menjelang Idul Fitri juga diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat serta ikut menggerakkan perekonomian lokal, misalnya untuk membeli pakaian baru maupun kebutuhan hidangan lebaran.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral pemerintah daerah. Kami akan terus memastikan program-program kesejahteraan seperti ini berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus,” pungkas Mukhlis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *