Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen, Selasa (10/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran lebih dari Rp3 miliar untuk pembangunan dan revitalisasi fasilitas di SMP Negeri 2 Peudada.
Kunjungan kerja tersebut menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bireuen. Menteri Abdul Mu’ti bahkan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan dan revitalisasi sejumlah sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK.
Agenda kunjungan diawali di TK Mujahidin, Kecamatan Jeunieb. Di lokasi ini, Menteri Abdul Mu’ti secara simbolis meletakkan batu pertama pembangunan gedung sekolah baru. Selanjutnya, rombongan yang turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Muslim, melanjutkan kunjungan ke SMP Negeri 2 Peudada di Desa Blang Bati.
Kehadiran rombongan disambut antusias oleh para siswa dan dewan guru. Di sekolah tersebut, Abdul Mu’ti didampingi Kepala Sekolah Salawati meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di salah satu ruang kelas.
Dalam sesi dialog bersama pihak sekolah, disampaikan sejumlah kendala yang dihadapi, salah satunya keterbatasan fasilitas penunjang pembelajaran seperti perangkat laptop. Menanggapi hal tersebut, Menteri Abdul Mu’ti langsung memberikan bantuan pengadaan laptop untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Suasana kunjungan semakin hangat ketika Menteri Abdul Mu’ti menyapa para siswa di halaman sekolah. Bahkan, ia sempat bernyanyi bersama para siswa dan guru, menciptakan momen kebersamaan di tengah agenda kunjungan kerja yang padat.
Kepada awak media, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Kabupaten Bireuen menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian pemerintah pusat pada tahun 2026, terutama untuk pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.
“Di Bireuen akan dibangun sebanyak 22 SD, 35 TK, serta sejumlah SMP. Paket revitalisasi ini mencakup pembangunan ruang kelas baru, perpustakaan, laboratorium, hingga bantuan mobiler dan pengadaan laptop,” ujarnya.
Khusus untuk SMP Negeri 2 Peudada, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran lebih dari Rp3 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan ruang administrasi, rehabilitasi sembilan ruang kelas, pembangunan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta sejumlah sarana pendukung lainnya.
Abdul Mu’ti menjelaskan, program revitalisasi sekolah ini merupakan bagian dari prioritas nasional pada tahun 2026 untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan berat akibat bencana banjir. Selain Aceh, program serupa juga dilaksanakan di sejumlah wilayah di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Usai dari Peudada, rombongan menteri juga mengunjungi SMAN 2 Peudada untuk menyapa para guru. Selanjutnya, rombongan melanjutkan agenda ke SMKN 1 Peusangan untuk meresmikan Ruang Kelas Darurat (RKD), meninjau Ruang Kegiatan Belajar (RKB) di SMPN 2 Peusangan Selatan, serta melakukan peletakan batu pertama revitalisasi gedung di SMK Kesehatan Bireuen sebagai penutup rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Bireuen.
Melalui pembangunan dan revitalisasi ini, diharapkan fasilitas pendidikan di Kabupaten Bireuen dapat kembali pulih dan mampu mendukung proses belajar mengajar serta pengembangan kreativitas siswa secara optimal.








