Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Tim gabungan dari Dinas Peternakan Aceh bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Bireuen melakukan vaksinasi massal terhadap puluhan ekor anjing di Gampong Seneubok Dalam, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Kamis (4/3/2026) pagi.
Langkah cepat ini dilakukan menyusul tiga warga yang menjadi korban gigitan anjing liar yang kemudian dipastikan positif rabies berdasarkan hasil uji laboratorium.
Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh Safridhal, bersama Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran drh Ruhaty, serta Kepala Disnakkeswan Bireuen drh Liza Rozana, turun langsung memantau proses vaksinasi di lapangan.
Safridhal menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan langkah darurat untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit rabies yang sangat berbahaya bagi manusia.
“Vaksinasi ini kami lakukan sebagai tindak lanjut atas kasus gigitan anjing yang dialami warga. Rabies merupakan penyakit mematikan jika tidak segera ditangani, sehingga masyarakat perlu waspada,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan kasus gigitan hewan melibatkan dua instansi utama. Dinas Kesehatan bertugas menangani dan memantau kondisi medis para korban, sementara Dinas Peternakan melakukan pemantauan terhadap hewan serta tindakan pencegahan melalui vaksinasi.
Safridhal juga mengimbau masyarakat yang memelihara hewan seperti anjing, sapi, maupun kerbau agar secara rutin melakukan vaksinasi di Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) terdekat.
Sementara itu, Kadisnakkeswan Bireuen drh Liza Rozana menjelaskan, peristiwa gigitan anjing liar tersebut terjadi pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di dua desa di Kecamatan Juli, yakni Gampong Pante Baro dan Gampong Bale Panah.
Tiga warga yang menjadi korban masing-masing Kamariah (73) yang mengalami luka gigitan di bagian kepala dan kaki, Nazariah (54) mengalami luka gigitan di kaki, serta Santi Manalia (34) yang juga mengalami luka gigitan di kaki saat berusaha melindungi anaknya.
“Kejadian bermula ketika seekor anjing menyerang ayam milik Kamariah. Saat diusir, anjing tersebut justru menyerang Kamariah dan Nazariah. Setelah itu anjing tersebut berlari ke desa lain dan masuk ke rumah Santi Manalia,” jelasnya.
Usai kejadian, warga berhasil melumpuhkan anjing tersebut hingga mati. Tim medis kemudian mengambil sampel kepala anjing untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
“Sampel sudah kami kirim ke Balai Veteriner Medan dan hasilnya dinyatakan positif rabies,” tegas drh Liza.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat di Kecamatan Juli dan sekitarnya agar meningkatkan kewaspadaan terhadap anjing liar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan hewan dengan perilaku tidak wajar.








