Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen memberikan penghargaan sekaligus dana pesangon kepada salah satu dosen seniornya, Sutoyo, SE, MSi, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian selama 18 tahun di dunia pendidikan tinggi.
Penyerahan pesangon tersebut dilakukan langsung oleh Rektor UNIKI Bireuen, Dr. Zainuddin Iba, SE, MSi, dalam prosesi perpisahan sederhana yang berlangsung di Ruang Teleconference Kampus UNIKI, Senin (2/3/2026) pagi.
Dalam keterangannya kepada Bedahnews.com, Rektor UNIKI menjelaskan bahwa Sutoyo merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang resmi memasuki masa purna tugas pada usia 66 tahun. Ia menilai loyalitas dan kontribusi Sutoyo sangat besar, mengingat pengabdiannya telah dimulai jauh sebelum UNIKI bertransformasi menjadi universitas.
“Bapak Sutoyo telah mengabdi selama 18 tahun, sejak kampus ini masih berstatus STIE Kebangsaan hingga berkembang menjadi Universitas Islam Kebangsaan Indonesia,” ujar Dr. Zainuddin Iba.
Lebih lanjut, Rektor mengungkapkan bahwa pemberian dana pesangon tersebut menjadi momentum penting dalam sejarah internal UNIKI. Selama ini, kampus belum memiliki rumusan baku terkait pemberian dana pensiun bagi dosen yang memasuki masa purna tugas.
Ke depan, pihak rektorat berkomitmen menjadikan kebijakan tersebut sebagai standar tetap kampus.
“Pemberian dana pensiun ini ingin kita permanenkan. Tentu akan dimusyawarahkan bersama Yayasan, pimpinan kampus, dan para dosen agar ke depan seluruh dosen yang purna tugas bisa memperoleh hak yang sama,” jelasnya.
Sementara itu, Sutoyo yang ditemui usai acara tampak haru saat menceritakan perjalanan pengabdiannya. Pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, 14 Desember 1960 ini dikenal sebagai pakar di bidang penganggaran perusahaan dan manajemen keuangan.
Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di STIE Lamlagang Banda Aceh dan melanjutkan jenjang Magister (S2) di Universitas Sumatera Utara (USU).
Kini, warga Cunda, Kota Lhokseumawe tersebut menikmati masa pensiun bersama sang istri, Yusnidar (56), serta ketiga anaknya, Ayu Fitria Rizki, Nadia Sari Nuriski, dan Muhammad Hafiz.
Prosesi perpisahan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara jajaran pimpinan kampus dan dosen yang dikenal disiplin serta berdedikasi tinggi tersebut.








