Puluhan Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di Simpang Mamplam Terima Uang Rp200 Ribu

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Puluhan siswa yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, dilaporkan menerima sejumlah uang tunai saat menjalani perawatan medis.

Muat Lebih

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa yang sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas Simpang Mamplam masing-masing menerima uang sebesar Rp200.000. Pemberian uang tersebut disebut-sebut berasal dari pihak pelaksana program Makan Bergizi Gratis di tingkat kecamatan.

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya pemberian uang tunai tersebut. Ia menyampaikan bahwa dana itu diberikan ketika anaknya masih berada dalam proses pemeriksaan dan perawatan di puskesmas.

“Iya, benar ada diberikan uang Rp200 ribu. Informasinya dari pengelola MBG kecamatan untuk anak-anak yang dirawat,” ujarnya kepada awak media, Minggu (1/3/2026).

Meski menerima uang tersebut, para orang tua menegaskan bahwa fokus utama mereka tetap pada pemulihan kondisi kesehatan anak-anak. Sebelumnya, para siswa mengalami keluhan seperti mual, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan yang dibagikan pihak sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat penjelasan resmi mengenai tujuan pemberian uang tersebut, apakah dimaksudkan sebagai bentuk bantuan selama perawatan atau kepedulian dari pelaksana program di lapangan.

Sementara itu, pihak pengelola MBG Kecamatan Simpang Mamplam belum memberikan keterangan rinci terkait sumber dana maupun alasan pemberian uang tunai tersebut di tengah proses penanganan dan pendalaman kasus.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan siswa di salah satu sekolah di Simpang Mamplam harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan. Insiden tersebut terjadi tidak lama setelah siswa mengonsumsi menu MBG.

Dinas Kesehatan setempat dikabarkan telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *