Ratusan Murid PAUD–SD di Bireuen Jalani Perawatan Usai Alami Keluhan Kesehatan

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Sekitar 140 anak dari sejumlah desa di Kecamatan Simpang Mamplam dan Pandrah, Kabupaten Bireuen, menjalani pemeriksaan dan perawatan medis setelah mengalami keluhan kesehatan pada Kamis (26/2/2026) malam. Anak-anak tersebut mayoritas merupakan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD).

Muat Lebih

Informasi yang dihimpun menyebutkan, keluhan kesehatan tersebut muncul pada malam hari setelah para siswa menerima dan mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada sore harinya. Menu paket diketahui berupa bakso dan susu.

Keluhan yang disampaikan antara lain mual, pusing, nyeri perut, serta muntah, sehingga orang tua membawa anak-anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, Irwan, membenarkan adanya peningkatan kunjungan pasien anak ke Puskesmas Simpang Mamplam sejak sekitar pukul 21.00 WIB.

“Hingga Jumat (27/2/2026) dini hari, pasien masih berdatangan dengan keluhan yang relatif sama. Karena keterbatasan kapasitas, sebagian pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan lainnya,” ujarnya.

Penanganan medis dilakukan secara terkoordinasi di delapan fasilitas kesehatan, baik di wilayah Bireuen maupun kabupaten tetangga. Dari total sekitar 140 pasien, masing-masing ditangani di Puskesmas Simpang Mamplam, Puskesmas Pandrah, Puskesmas Samalanga, Puskesmas Jeunieb, RSUD dr Fauziah Bireuen, serta sejumlah rumah sakit lainnya.

Selain anak-anak, terdapat pula satu orang dewasa yang menjalani pemeriksaan dengan keluhan serupa di salah satu puskesmas.

Penjabat Bupati Bireuen, Mukhlis, bersama Ketua DPRK Bireuen Juniadi, serta Camat Simpang Mamplam Mukhsin, meninjau langsung pelayanan kesehatan di Puskesmas Simpang Mamplam pada Jumat dini hari.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, menyampaikan bahwa sebagian besar pasien telah mendapatkan penanganan awal dan kondisinya berangsur membaik.

“Sebagian pasien sudah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih dalam pemantauan medis,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pemantauan kesehatan terhadap sejumlah pasien masih terus dilakukan. Pihak terkait juga tengah melakukan penelusuran untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai peristiwa tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *