Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Desa Keude Aceh mengambil langkah mandiri dengan mengutip retribusi khusus dari pedagang daging musiman atau lapak Meugang di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Selasa (24/3/2026). Dana tersebut dialokasikan untuk membantu warga korban banjir di desa setempat.
Kebijakan itu diambil lantaran Desa Keude Aceh tidak memperoleh alokasi bantuan sapi dari pemerintah pusat pada momentum Meugang menjelang Ramadan tahun ini, meski wilayah tersebut tercatat sebagai salah satu desa terdampak banjir cukup parah.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (18/2/2026), sekitar 30 lapak pedagang daging Meugang berjejer di sepanjang jalan kawasan pasar ikan Kecamatan Samalanga. Setiap pedagang diwajibkan membayar retribusi sebesar Rp100.000 per lapak selama berjualan.
Keuchik Desa Keude Aceh, Fadli Daud, membenarkan adanya kebijakan penarikan retribusi tersebut. Menurutnya, langkah ini merupakan inisiatif lokal pemerintah desa sebagai solusi alternatif untuk membantu korban banjir.
“Uang dari sewa lapak Meugang ini kami kumpulkan untuk membantu warga korban banjir, karena tahun ini Desa Keude Aceh tidak mendapatkan bantuan sapi dari Presiden,” ujar Fadli Daud saat dikonfirmasi Bedahnews.com, Senin.
Ia menjelaskan, total dana yang terkumpul dari sekitar 30 lapak daging tersebut akan disalurkan langsung kepada warga desa yang terdampak bencana, baik dalam bentuk bantuan kebutuhan pokok maupun dukungan sosial lainnya.
“Kami ingin memastikan warga yang tertimpa musibah tetap merasakan manfaat dan kepedulian bersama, meskipun tanpa bantuan ternak dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Tradisi Meugang di Aceh identik dengan pemotongan sapi dan meningkatnya aktivitas pasar menjelang Ramadan. Namun, keterbatasan bantuan sosial pada momen tersebut kerap mendorong pemerintah desa untuk mencari skema pendanaan mandiri, demi menjaga keberlangsungan jaring pengaman sosial di tingkat gampong.








