Mendagri ke Bireuen: Huntara Harus Segera Rampung Agar Warga Tak Berlama-lama Mengungsi

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, melakukan kunjungan kerja ke Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Sabtu (21/2/2026), untuk meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir sekaligus menyerahkan bantuan logistik secara simbolis.

Muat Lebih

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlillah serta Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST. Kehadiran rombongan pemerintah pusat dan daerah disambut antusias warga pengungsi yang berharap adanya percepatan pemulihan pascabencana.

Saat meninjau lokasi pengungsian, Tito Karnavian menegaskan bahwa penyediaan Hunian Sementara (Huntara) menjadi prioritas utama agar warga terdampak tidak terlalu lama tinggal di tenda darurat.

“Saya terus berkomunikasi untuk percepatan pembangunan Huntara. Saat ini sekitar 15 ribu unit sedang dikerjakan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pak Wakil Gubernur terkait teknis pelaksanaannya,” ujar Tito kepada Bedahnews.com.

Ia menambahkan, pembangunan Huntara dilakukan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga. Selain yang dikerjakan secara mandiri, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga akan turun langsung menangani pembangunan hunian bagi warga terdampak.

“Seperti langkah sebelumnya, Menteri PU dan Kepala BNPB akan mengambil alih sebagian pekerjaan. Siapa pun yang mengerjakan tidak menjadi persoalan. Yang terpenting Huntara cepat selesai agar warga tidak terlalu lama di pengungsian,” tegas mantan Kapolri tersebut.

Terkait pembangunan Hunian Tetap (Huntap), Mendagri mengingatkan bahwa kecepatan realisasi sangat bergantung pada kelengkapan dan validitas data yang disampaikan oleh pemerintah daerah. Ia meminta Bupati Bireuen dan Pemerintah Aceh segera merampungkan pendataan rumah warga yang mengalami rusak berat maupun hilang tersapu banjir.

Beberapa poin penting turut ditekankan Mendagri, antara lain pendataan detail warga yang bermukim di daerah rawan seperti bantaran sungai dan tepi jurang, pemberian opsi kepada warga untuk membangun kembali di lahan pribadi atau direlokasi ke kawasan terpadu, serta verifikasi data secara ketat.

“Data yang masuk akan langsung diverifikasi oleh tim teknis yang bekerja sama dengan Dinas Dukcapil agar tidak terjadi tumpang tindih. Kecepatan pencairan dana BNPB sepenuhnya bergantung pada data dari Pemda. Begitu data lengkap dan terverifikasi, anggaran segera dicairkan untuk pembangunan Huntap,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, menyatakan siap menindaklanjuti seluruh arahan Mendagri. Ia memastikan pemerintah daerah akan segera mengerahkan tim lapangan untuk mempercepat pendataan warga terdampak agar hak mereka terpenuhi sesuai ketentuan.

Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan sembako serta perlengkapan bayi kepada para pengungsi di tenda darurat Desa Balee Panah. Mendagri berharap sinergi seluruh pihak tetap terjaga selama masa pemulihan agar kehidupan sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat Bireuen dapat segera kembali normal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *