Jembatan Darurat Kembali Ambruk, Warga Dusun Bivak Bireuen Terancam Terisolasi

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Warga Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, sempat merasakan kelegaan setelah akses darat yang terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025 lalu kini kembali dapat dilalui. Namun, kondisi tersebut masih jauh dari kata aman dan layak.

Muat Lebih

Jalur alternatif yang dibuka secara darurat melintasi kawasan perkebunan warga masih berada dalam kondisi memprihatinkan. Permukaan jalan licin, berlumpur, dan rawan kecelakaan, terutama saat hujan. Warga berharap pemerintah segera membangun infrastruktur permanen demi memulihkan aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat pedalaman.

Ketua Pemuda Gampong Salah Sirong Jaya, Heri Gunawan (30), Selasa (17/2/2026), mengungkapkan bahwa bencana yang terjadi pada 25–26 November 2025 telah menghancurkan akses utama desa mereka.

“Jalan utama menuju gampong kami yang tembus ke Alue Limeng hancur total dan berubah menjadi aliran sungai. Beberapa rumah warga yang berada di sepanjang jalan juga ikut tersapu banjir,” ujar Heri di lokasi.

Saat ini, lanjut Heri, warga hanya bergantung pada jalan terobosan sepanjang sekitar tujuh kilometer. “Kondisinya sangat berbahaya karena licin dan berlumpur. Kami sangat berharap pemerintah segera menuntaskan pembangunan jalan baru hingga ke Dusun Bungong Jeumpa,” katanya.

Selain persoalan akses jalan, warga Salah Sirong Jaya juga masih menghadapi krisis listrik. Sejak bencana melanda, suplai listrik dari PLN terputus total. Untuk kebutuhan penerangan, warga terpaksa mengandalkan delapan unit mesin genset yang dikelola secara swadaya.

“Kami kesulitan mendapatkan bahan bakar. Kami berharap Pemkab Bireuen dan pihak SPBU dapat memberi kemudahan pembelian BBM, karena ini murni untuk kebutuhan penerangan desa,” harap Heri.

Kondisi tak kalah memprihatinkan juga terjadi pada akses penyeberangan menuju Dusun Bivak, Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli. Jembatan darurat yang baru rampung dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada Senin (16/2/2026) malam, kembali ambruk setelah diterjang derasnya arus sungai.

Akibatnya, warga Dusun Bivak kembali terancam terisolasi. Masyarakat berharap pemerintah segera membangun Jembatan Bailey sebagai solusi jangka pendek agar akses menuju jalan nasional Bireuen–Takengon di Kilometer 17 tidak terputus total.

Sementara itu, Keuchik Salah Sirong Jaya, Yusri A Rahman, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bireuen, pemerintah pusat, relawan, serta sejumlah NGO yang telah membantu warga sejak masa tanggap darurat.

“Kami berharap pembangunan Rumah Hunian Tetap (Huntap), jalan utama, serta jembatan beton di Alue Poyam dapat segera direalisasikan. Infrastruktur ini adalah urat nadi perekonomian warga, agar hasil panen bisa kembali dijual dan anak-anak dapat bersekolah dengan lancar,” pungkas Yusri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *