Jelang Meugang Ramadhan, Harga Lembu di Bireuen Tembus Rp38 Juta per Ekor

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Menjelang hari meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, aktivitas jual beli ternak di Pasar Hewan Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, mulai menggeliat. Sejak akhir pekan, pasar hewan tersebut dipadati pedagang dan pembeli yang berburu lembu untuk kebutuhan konsumsi maupun peliharaan.

Muat Lebih

Harga lembu jantan dan betina di tingkat pedagang terpantau bervariasi, mulai dari Rp13 juta hingga menembus Rp38 juta per ekor, Sabtu (14/2/2026). Harga tersebut berlaku baik untuk ternak peliharaan maupun untuk persiapan penyembelihan pada hari meugang yang tinggal menghitung hari.

Husaini (40) dan Supriadi (40), pedagang lembu asal Simpang Jaya, Kecamatan Juli, mengungkapkan bahwa dinamika pasar tahun ini cukup berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Menurut mereka, harga lembu menjelang meugang Ramadhan 2026 relatif lebih terjangkau.

“Harga kali ini sedikit lebih murah. Faktornya karena kondisi pascabencana serta kekhawatiran pedagang terhadap daya beli masyarakat. Selain itu, adanya program penyembelihan lembu bantuan dari pemerintah di tingkat gampong juga ikut memengaruhi pasar,” ujar Husaini.

Untuk lembu betina, harga tercatat sebagai berikut: betina jenis Simental berkisar Rp17–19 juta per ekor, betina Limosin Rp20–22 juta, serta betina Brahman Rp20–22 juta per ekor.

Sementara itu, harga lembu jantan juga bervariasi sesuai jenis dan ukuran, antara lain lembu Bali sekitar Rp25 juta, Simental Rp28 juta, lembu kampung Rp22 juta, Limosin Rp26 juta, serta Brahman Rp26–28 juta per ekor.

Di sudut lain pasar, seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya menawarkan seekor lembu jenis Bali campuran Limosin dengan harga fantastis, yakni Rp38 juta per ekor.

“Lembu ini ditaksir memiliki bobot daging bersih sekitar 230 kilogram. Harganya memang lebih tinggi karena kualitas dan berat dagingnya tergolong super,” ujarnya.

Kondisi Pasar Hewan Geulumpang Payong diperkirakan akan terus mengalami peningkatan kunjungan hingga H-1 meugang Ramadhan, seiring kuatnya tradisi masyarakat Aceh dalam mengonsumsi daging sapi untuk menyambut bulan suci.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *