Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Polres Bireuen menggelar bakti kesehatan bagi warga terdampak banjir di Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Jumat (13/2/2026) pagi. Kegiatan sosial ini dipusatkan di halaman meunasah setempat dan menyasar masyarakat korban bencana hidrometeorologi.
Aksi kemanusiaan tersebut melibatkan tim medis Dokkes Polres Bireuen serta mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83 Yon WPS yang tengah melaksanakan pengabdian masyarakat di wilayah Aceh.
Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani, melalui Kasi Dokkes dr Yenni Rahmi, mengatakan bahwa layanan pengobatan gratis ini diperuntukkan bagi warga yang sempat mengungsi maupun yang telah kembali ke rumah masing-masing.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, banyak warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan pascabanjir,” ujar dr Yenni di sela-sela pelayanan medis.
Ia merinci, keluhan yang paling banyak ditemukan di antaranya penyakit diabetes, batuk dan pilek, gatal-gatal atau penyakit kulit, hingga rematik. Menjelang bulan suci Ramadhan, dr Yenni juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan pola makan.
“Saya berpesan kepada masyarakat Pante Lhong agar menjaga kesehatan dan pola makan dalam menyambut bulan suci Ramadhan, semoga tetap sehat selama menjalankan ibadah,” tambahnya.
Selain layanan kesehatan, kolaborasi bersama mahasiswa STIK juga menyentuh aspek psikologis dan pemulihan lingkungan. Para mahasiswa melaksanakan kegiatan trauma healing bagi warga terdampak serta menyerahkan bantuan alat kerja berupa cangkul dan sekop untuk membantu proses pembersihan endapan lumpur sisa banjir.
Perwakilan Mahasiswa STIK Angkatan ke-83 Yon WPS, Iptu Sakti, menjelaskan bahwa sebanyak 249 personel mahasiswa STIK dikirim ke Aceh dalam rangka pengabdian masyarakat terkait bencana banjir dan tanah longsor. Dari jumlah tersebut, 22 personel ditempatkan di Polres Bireuen.
“Hari ini kami bersama Polres Bireuen melaksanakan gotong royong dan bakti kesehatan. Fokus kami adalah membantu pelayanan kesehatan serta pemulihan masyarakat pascabencana,” pungkas Iptu Sakti.








