Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) resmi memperluas jangkauan layanan perbankan syariah di Provinsi Aceh dengan meresmikan Syariah Digital Branch Bireuen, Rabu (11/2/2026).
Kantor yang berlokasi di Jalan Teuku Nyak Arief/Mawar, Kecamatan Kota Juang, ini menjadi wujud komitmen CIMB Niaga Syariah dalam mendukung digitalisasi layanan perbankan syariah serta memperkuat inklusi keuangan di Kabupaten Bireuen.
Peresmian Syariah Digital Branch Bireuen ditandai dengan penekanan tombol secara simbolis oleh Bupati Bireuen H. Mukhlis, bersama Chief of Syariah Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga, Bung Aldilla, Syariah Branch Area Head Sumatera North, Rahma Asrizal, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe, Yan Ramerta Putra, Manager Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Aceh, Ferdinan Daular, serta Branch Manager CIMB Niaga Syariah Bireuen, Fauza.
Selain seremoni peresmian, CIMB Niaga Syariah juga memperkuat sinergi kelembagaan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) layanan perbankan dengan PT BPRS Rahmania Dana Sejahtera dan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) Bireuen.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, pada kesempatan yang sama turut diserahkan beasiswa pendidikan kepada mahasiswa UMMAH serta santunan bagi anak yatim di wilayah kerja Syariah Digital Branch Bireuen.
Chief of Syariah Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga, Bung Aldilla, menyampaikan bahwa kehadiran cabang digital ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem perbankan syariah dan ekonomi halal di Aceh.
“Melalui Syariah Digital Branch Bireuen, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi halal yang berkelanjutan, khususnya bagi pelaku UMKM di Bireuen dan sekitarnya,” ujar Bung Aldilla.
Deputi Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Yan Ramerta Putra, menyambut positif kehadiran cabang digital tersebut. Ia menegaskan pentingnya pemanfaatan sistem pembayaran digital, terutama Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), bagi pelaku UMKM.
“Kami sangat mendorong penggunaan QRIS oleh UMKM. Saat ini, transaksi di bawah Rp500 ribu masih bebas biaya. Harapannya, digitalisasi ini dapat mempercepat perputaran ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bireuen,” jelas Yan.
Sementara itu, Bupati Bireuen H. Mukhlis dalam sambutannya menekankan peran strategis sektor perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kehadiran perbankan syariah digital diharapkan mampu menjadi akselerator pembiayaan bagi pelaku usaha lokal.
“Perbankan memiliki peran penting dalam menyediakan akses pembiayaan yang mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah bagi UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” pungkas Bupati Mukhlis.








