Jurnalis: Zubir
SUBULUSSALAM, BEDAHNEWS.com – Menunjukkan komitmen menjaga marwah partai sekaligus menghormati para pendahulu, Ketua Dewan Tanfidz DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh periode 2026–2031, H. Ruslan M. Daud (HRD), melakukan silaturahmi perdana ke kediaman ulama kharismatik dan sesepuh PKB Aceh, Abu Syarifuddin Firdaus.
Pertemuan yang berlangsung penuh khidmat tersebut digelar di Kompleks Dayah Jannatun Firdaus, Kota Subulussalam, Jumat (6/2/2026).
Silaturahmi ini dilakukan hanya dua hari setelah HRD resmi menerima amanah kepemimpinan PKB Aceh dari Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, dalam pelantikan di Jakarta pada 4 Februari 2026.
Meski baru tiba di Medan sehari sebelumnya, HRD langsung menempuh perjalanan darat selama sekitar enam jam menuju Subulussalam demi bertemu sosok yang selama ini dianggap sebagai pilar perjuangan dan penjaga nilai-nilai PKB di Aceh.
Abu Syarifuddin Firdaus sendiri merupakan figur sentral di tubuh PKB Aceh. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB Aceh periode 2021–2026 serta Anggota DPR Aceh (DPRA) periode 2019–2024. Di kalangan internal partai, Abu dikenal sebagai tokoh orang tua yang konsisten membina kader serta menjaga integritas dan ideologi partai.
Dalam kunjungan tersebut, HRD didampingi jajaran pengurus inti DPW PKB Aceh, antara lain Waled Kiran selaku Ketua Dewan Syuro PKB Aceh, Abiya Anwar (Mustasyar PKB Aceh sekaligus Pimpinan Pesantren Darul Munawwarah Kuta Krueng), Teungku Mujlisal (Sekretaris Wilayah DPW PKB Aceh), serta sejumlah pengurus wilayah lainnya.
Dalam suasana kekeluargaan yang hangat, HRD menyampaikan bahwa kedatangannya bertujuan untuk memohon doa restu dalam mengemban amanah memimpin PKB Aceh lima tahun ke depan.
“Kami datang untuk meminta doa dan restu dari Abu sebagai sesepuh yang telah membesarkan PKB di Aceh. Tanpa doa dan bimbingan beliau, tentu kami tidak akan mampu menjalankan amanah ini dengan baik,” ujar HRD.
Anggota DPR RI tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga soliditas, kebersamaan, dan kesinambungan perjuangan di tubuh PKB. Menurutnya, menghormati para pendahulu merupakan syarat utama agar arah perjuangan partai tetap berada pada rel yang benar.
Menyambut kedatangan rombongan, Abu Syarifuddin Firdaus tampak terharu dan mengapresiasi langkah cepat yang diambil HRD. Ia memuji tradisi “memuliakan yang tua” yang terus dijaga dalam keluarga besar PKB.
“Saya bersyukur dan bangga. Ini tradisi yang baik, menjaga mata rantai perjuangan. InsyaAllah, selama kita kompak dan ikhlas, PKB Aceh akan semakin kuat,” ungkap Abu.
Abu juga menitipkan pesan kepada kepengurusan baru agar senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kedekatan dengan umat dalam setiap langkah politik.
“Partai ini besar karena kerja bersama dan kedekatan dengan rakyat. Jangan pernah jauh dari umat dan jangan tinggalkan akhlak dalam berpolitik,” pesan Abu dengan nada teduh.
Silaturahmi tersebut ditutup dengan doa bersama, menandai awal kepemimpinan baru PKB Aceh yang diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.








